Ini Aturan Melarang Terbangkan Layangan di Bandara

Ilustrasi layang-layang (Dok. Istimewa/kidsgrid)

KBRN, Jakarta: Layangan berukuran besar tersangkut di salah satu roda pesawat Citilink saat hendak mendarat di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (23/10) kemarin.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan Bandara Adisutjipto, tidak menerbangkan layang-layang di sekitar kawasan bandara. 

Larangan tersebut, kata Agus, telah diatur dalam Pasal 210 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Jadi yang berdekatan dengan bandara harus tahu bahwa ini akan berbahaya untuk pesawat. Apalagi di tempat kita ini kan ada pesawat yang lebih kecil lagi. Akan kami tindak secara tegas bagi siapapun yang melanggar aturan (larangan) tersebut," kata dia.

BACA JUGA: Citilink Pastikan Pesawat Aman Layak Terbang Kembali

Aturan itu berbunyi larangan bagi setiap orang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

Sesuai aturan, bagi para pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana penjara selama tiga tahun atau denda maksimal sebanyak Rp1 miliar.

Artinya, ditegaskan Pandu, mengacu pada kejadian roda pesawat Citilink tersebut, penerbangan layang-layang atau benda lain yang dapat mengganggu penerbangan memiliki konsekuensi pidana menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia, Resty Kusandarina menyampaikan, Tim teknik Citilink, telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pesawat dan dipastikan tak ada kerusakan dan dipastikan layak untuk kembali terbang.

"Adapun saat ini seluruh kru dan penumpang telah mendarat dengan selamat," ujar Resty.

BACA JUGA: Mendarat di Adisutjipto, Roda Citilink Tersangkut Layangan 

Seperti diberitakan sebelumnya, satu roda pesawat Citilink jenis ATR 72-600 dengan nomor penerbangan QZ 1107 tersangkut layang-layang saat terbang mendekati landasan Bandara Adisutjipto pada ketinggian 1.000 kaki pada Jumat (23/10) pukul 16.48 WIB.

"Kira-kira areanya di fly over Janti (Sleman) agak ke barat lagi. Ketinggian 200 meter di atas permukaan tanah. Memang pilot melihat banyak layang-layang di sana. kemudian sudah dilaporkan ke petugas tower. Tapi sulit dihindari ya karena di situ kan lintasan pesawat," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Yogyakarta, Sabtu (24/10/2020).

Setelah kejadian itu, menurut dia, tim teknik dari Citilink melakukan pengecekan pada seluruh bagian pesawat dan menyatakan bahwa pesawat masih layak terbang.

Pandu berharap, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua.

"Ini sangat berbahaya apabila menyangkut di propeller, karena propeller ini kan mesin penggeraknya supaya pesawat bisa terbang," kata Pandu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00