Lima Saksi Kasus Lampung Diperiksa KPK

Mustafa (rompi oranye) mantan Bupati Lampung Tengah (Lampung)

KBRN, Jakarta: Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, penyidik dijadwalkan memeriksa 5 orang saksi untuk tersangka Mustafa (MUS) mantan Bupati Lampung Tengah, Lampung.

Mereka akan diperiksa terkait penanganan penyidikan kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Lampung, Tahun Anggaran 2018.

“Kelima orang tersebut akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka MUS. Pemeriksaan saksi-saksi itu digelar di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Polda Lampung,” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Ali menguraikan, saksi-saksi yang akan diperiksa adalah 5 orang pihak wiraswasta, masing-masing diantaranya yakni Ari Kurniawan, Tri Wahyudi, Zakaria Ahmad, Nurrohman dan Usman Gumanti Arief.

KPK sebelumnya telah menetapkan Mustafa bersama 6 orang lainnya sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap kepada DPRD Lampung Tengah terkait pinjaman daerah APBD Tahun Anggaran 2018 sejak 30 Januari 2019.

Mustafa yang saat itu masih aktif menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2016 hingga 2021 diduga telah menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah, TA 2018.

Selain itu, Mustafa juga diduga telah menerima “commitment fee” dari perizinan proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah. KPK menduga kisaran “commitment fee” tersebut sebesar 10 persen 20 persen dari nilai proyek.

KPK meyakini, total dugaan suap dan gratifikasi yang dlterima yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas Mustafa sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021, yaitu sebesar Rp95 miliar. Mustafa diduga tidak pernah melaporkan penerimaan tersebut kepada Direktorat Gratifikasi KPK.

Sementara itu sebelumnya, Mustafa telah dinyatakan terbukti bersalah dan divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan hukuman pidana 3 tahun penjara.

Kemudian Mustafa juga dijatuhi hukuman membayar denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan atas perkara memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada Anggota DPRD Lampung Tengah terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah 2018. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00