KPK Telusuri Aliran Dana Proyek Waskita Karya

Tersangka Yuly Ariandi Siregar ditahan KPK (Antara).

KBRN, Jakarta : Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, penyidik telah memeriksa 2 orang saksi terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasus korupsi yang dimaksud adalah dugaan penerimaan uang terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. 

Menurut  Ali, kedua (2) saksi yang diperiksa KPK adalah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) DKI Jakarta Ery Basworo dan Manajer PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Made Sukaryawan.

"Penyidik KPK mendalami pengetahuan saksi-saksi mengenai adanya dugaan pemberian uang yang dilakukan Waskita Karya kepada para saksi dan pihak lainnya," kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/10/2020). 

Sebelumnya, penyidik KPK hari ini diagendakan melakukan pemeriksaan kedua saksi tersebut untuk tersangka Yuly Ariandi Siregar (YAS). Yuly merupakan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014.

Sementara itu, dalam kasus ini penyidik KPK juga telah menetapkan sejumlah tersangka yaitu Yuly Ariandi Siregar (YAS), kemudian mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani (DSA) dan mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Jarot Subana (JS).

Selanjutnya tersangka mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU) dan mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR). 

Kelima (5) tersangka itu diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada pada proyek-proyek yang dikerjakan Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya sejak 2009 hingga 2015.

KPK meyakini selama periode 2009-2015, sedikitnya ada 41 jenis kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sedangkan sejumlah  perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering dan PT Aryana Sejahtera.

Menurut hasil laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kasus dugaan proyek fiktif Waskita Karya itu diperkirakan telah berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sekitar Rp202 miliar.

Kelima (5) tersangka tersebut  disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00