Suami Inneke Koesherawati Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Terpidana Fahmi Darmawansyah (rompi oranye) dijebloskan ke Lapas SuKamiskin (Antara)

KBRN, Jakarta: Terpidana kasus perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) Fahmi Darmawansyah yang pernah menyuap Wahid Husein, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin telah dieksekusi atau dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat (25/9/2020). 

“Jaksa Eksekusi KPK Rusdi Amin telah melaksanakan putusan MA RI Nomor 237 PK/Pid.Sus/2020 tanggal 21 Juli 2020 dalam perkara terpidana Fahmi Darmawansyah dengan cara memasukkan ke Lapas Klas IA Sukamiskin pada hari ini,” kata  Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/9/2020). 

Menurut Ali, eksekusi terhadap Fahmi Fahmi Darmawansyah Direktur PT Merial Esa itu yang diketahui suami artis Inneke Koesherawati sesuai putusan Mahkamah Agung.

“Jaksa Eksekusi KPK Rusdi Amin telah melaksanakan putusan MA RI Nomor 237 PK/Pid.Sus/2020 tanggal 21 Juli 2020 dalam perkara terpidana Fahmi Darmawansyah dengan cara memasukkan ke Lapas Klas IA Sukamiskin pada hari ini,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/9/2020). 

Menurut Ali, Fahmi selanjutnya akan menjalani hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan setelah dikurangi selama berada dalam tahanan dan diperhitungkan dengan pidana penjara yang selama ini telah dijalani yang bersangkutan. 

Ali menjelaskan, selain itu Fahmi juga diwajiban membayar denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. 

Padahhal, sebelumnya Fahmi juga telah mendekam di Lapas Sukamiskin karena yang bersangkutan dinyatakan terbukti bersalah karena telah menyuap mantan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia terkait peoyek pengadaan monitoring satelit.

Pengadilan Tipikor Jakarta sebelumnya pada 24 Mei 2017 telah menghukum Fahmi dengan vonis 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan kerena terbukti telah menyuap sejumlah mantan pejabat Bakamla. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00