Sebelum Febri Mundur, 37 Pegawai KPK Mendahului

Eks pegawai KPK, Febri diansyah

KBRN, Jakarta:  Sebanyak 37 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan telah mengundurkan diri sebelum Kepala Biro Humas dan Pegawai KPK Febri Diansyah mendadak mengumumkan hundur diri mulai, Kamis (24/9/2020). 

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengungkapkan, terdapat 37 pegawai KPK mengundurkan diri sejak Januari 2020,  jumlah tersebut terdiri dari 29 pegawai tetap dan delapan pegawai tidak tetap.

"Terhitung sejak Januari sampai awal September, yang saya catat 29 Pegawai Tetap dan 8 orang Pegawai Tidak Tetap," kata Nawawi saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2020).

Meski demikian, pengunduran diri puluhan pegawai tersebut belum tentu terkait dengan berlakunya UU Nomor 19 Tahun 2019 yang salah satunya memuat mengenai alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Nawawi menyebut, pada umumnya para pegawai tersebut mengundurkan diri dengan alasan mencari tantangan baru.

"Pada umumnya alasan pengunduran dirinya mencari tantangan kerja lain ataupun alasan keluarga," kata Nawawi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, saat ini Biro Sumber Daya Manusia (SDM) KPK tengah memproses surat pengunduran diri Febri.

"Saat ini Biro SDM sedang memproses surat pemberhentian atas permintaan dari yang bersangkutan dan selanjutnya tentu pimpinan akan memilih pejabat pelaksana/plt yang akan menduduki posisi Kabiro Humas sampai nanti terpilih pejabat definitif melalui mekanisme proses seleksi," kata Ali dalam keterangan tertulis, Jum'at (25/9/2020).

Ali menyatakan, KPK menghormati dan menghargai apa yang sudah menjadi keputusan Febri, termasuk tentang penilaiannya terhadap KPK saat ini.

KPK, sambungnya, berharap agar Febri terus mengawal agenda pemberantasan korupsi meskipun bekerja dari luar.

"Harapannya tentu sekalipun nantinya berada di luar KPK akan tetap bersama-sama KPK melakukan upaya pemberantasan korupsi di negeri yang kita cintai ini," kata Ali.

Febri sebelumnya mengajukan surat pengunduran diri tertanggal 18 September 2020. Ia mengungkapkan alasannya pamit karena situasi politik dan hukum yang telah berubah sejak UU KPK direvisi satu tahun lalu.

"Namun kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," kata Febri dalam surat pengajuan dirinya, Kamis (24/9).

Mantan Juru Bicara KPK ini meminta, agar surat pengunduran dirinya dapat segera diproses. Setelah dari KPK, ia berencana membuat kantor hukum publik yang bergerak di bidang antikorupsi dan perlindungan konsumen.

"Mohon kiranya proses pemberhentian saya dapat diproses tertanggal 18 Oktober 2020," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00