Djoko Tjandra Diperiksa Terkait Pemufakatan Jahat Gratifikasi

Foto: Djoko Tjandra tersangka cessie Bank Bali (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Penyidik Direktorat Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali memeriksa terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali 1999, Djoko Tjandra. 

Namun, hari ini Kamis (24/9/2020) Djoko Tjandra diperiksa terkait perkara dugaan permufakatan jahat memberikan atau janji (gratifikasi) kepada terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari untuk mengurus permohonan fatwa ke Mahkamah Agung.

"Djoko Soegiarto Tjandra diperiksa sebagai tersangka sekaligus sebagai saksi pada hari ini," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Pemeriksaan terhadap Djoko dilakukan untuk mencari fakta hukum tentang perbuatan Djoko diduga telah memberikan gratifikasi kepada Jaksa Pinangki guna mengurus permohonan fatwa ke Mahkamah Agung.

Hal itu dilakukan agar status terpidana Djoko dalam perkara cessie Bank Bali tidak dieksekusi oleh Jaksa.

"Juga untuk menggali tentang bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian uang sebanyak 500 ribu dolar AS tersebut," kata dia.

Sebelumnya, JAM Pidsus Kejaksaan Agung telah menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Soegiarto Tjandra dan Andi Irfan Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi atas penerimaan gratifikasi pegawai negeri terkait pengurusan fatwa untuk Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung.

Dalam kasus ini, Pinangki diduga menerima hadiah atau janji sebesar US$500 ribu untuk uang muka pengurusan fatwa Mahkamah Agung terkait perkara cessie atau pengalihan hak tagih Bank Bali yang menjerat Djoko Tjandra sebagai pengusaha.

Uang itu diberikan oleh Djoko untuk Pinangki melalui perantara Andi Irfan Jaya.

Dari dana tersebut, sebesar US$500 ribu diberikan Pinangki kepada Anita Dewi Anggraeni Kolopaking sebagai pembayaran awal jasa penasihat hukum.

Pinangki sendiri sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang untuk membantu pengurusan fatwa Djoko Soegiarto Tjandra.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00