DPR Pertanyakan Nama Burhanuddin Kepada Jaksa Agung

Foto: Jaksa Pinangki Kiri/Jaksa Agung ST Burhanuddin (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi III Fraksi PKS Aboebakar Alhabsyi meminta Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menjelaskan soal penyebutan nama Burhanuddin dalam rencana aksi (renaksi) tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam skandal Djoko Tjandra.  

Permintaan itu dilontarkan Aboebakar dalam rapat bersama Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kamis (24/9/2020).

"Saat ini kesempatan yang bagus untuk bapak untuk menjelaskan memberikan kejelasan dan klarifikasi ini sebaik mungkin. Saya minta kepada bapak menjelaskan hal tersebut," kata Aboebakar.

Jaksa Pinangki Sirna Malasari memasukkan nama sejumlah pejabat dalam action plan, atau semacam proposal untuk kepengurusan fatwa untuk Djoko Tjandra di Mahkamah Agung.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang digelar di Pengadilan Tipikor, Rabu (23/9/2020) kemarin, terungkap adanya 10 poin dalam action plan tersebut.

Dari 10 poin itu, politikus PKS ini menyoroti ada dua nama besar, yaitu eks Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dan nama Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Rabu Kemarin telah dibacakan dakwaan atas nama Pinangki di pengadilan Tipikor Jakpus atas nama Pinangki di pengadilan Tipikor oleh JPU. Sedangkan untuk JST dan AIJ, masih dalam proses proses penyidikan. Dalam waktu dekat akan kami serahkan untuk ke tahap satunya," kata Burhanuddin tanpa menjelaskan penyebutan nama Burhanuddin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00