Dicambuk 169 Kali, Pemerkosa Minta Stop Dikabulkan

Pelanggar syariat Islam dihukum cambuk di Kota Banda Aceh. Foto : RRI/ Munjir

KBRN, Banda Aceh: Seorang terpidana pelanggar syariat Islam di Aceh dihukum cambuk sebanyak 169 kali di taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Kamis (24/9/2020). 

Terpidana bernama Roni Bin M. Hasan (28) warga Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh dihukum cambuk setelah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap anak berusia 13 tahun di wilayah Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pada bulan Maret 2020 lalu. 

Pantauan RRI, terlihat terpidana beberapa kali meminta algojo untuk menghentikan cambukan karena meringis kesakitan. Tim dokter dari Public Safety Center (PSC) Kota Banda Aceh langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap terpidana. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh menyebut, terpidana Roni dalam kondisi sehat. Namun, pada cambukan ke-52 kali, JPU meminta algojo untuk menghentikan cambuk karena terpidana mengaku sakit. 

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, dinyatakan bahwa terpidana mengalami luka di bagian punggung dan prosesi cambuk harus dihentikan. Sehingga JPU menyatakan hukum cambuk untuk terpidana Roni diskor hingga terpidana sembuh. 

"Kita skor sementara hingga terpidana sembuh," kata JPU lewat pengeras suara. 

Sementara itu, tim dokter dari Public Safety Center (PSC) Kota Banda Aceh Aceh dr. Sarah mengatakan, terpidana memang dalam kondisi sehat, namun mengalami luka di bagian punggung. 

"Setelah kita lakukan pemeriksaan, terpidana mengalami luka akibat cambukan sehingga harus diskor sementara. Jika terpidana sembuh maka kembali bisa menjalani hukuman cambuk. Sembuh diperkirakan satu minggu," jelas dr Sarah. 

Seperti diketahui, terpidana Roni terbukti melanggar hukum jinayat setelah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Ulee Kareng, sehingga terpidana dihukum cambuk sebanyak 165 kali setelah dikurangi masa tahanan enam kali cambuk. 

Berdasarkan putusan Mahkamah Syariah Banda Aceh, terpidana terbukti melakukan Jarimah Pemerkosaan terhadap anak sebagaimana diatur dan diancam Pidanapada Pasal 50 jo pasal 1 angka 30 Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2014Tentang Hukum Jinayat. 

"Menyatakan Terdakwa Rn bin M. Hs terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Jarimah Pemerkosaan Terhadap Anak sebagaimana diatur dan diancam ‘uqubat pada Pasal 50 jo Pasal 1 angka 30 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat," bunyi putusan vonis Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh sebagaimana dikutip di situs resmi Mahkamah Agung RI

"Menjatuhkan ‘uqubat ta’zir terhadap Terdakwa Rn bin M. Hs oleh karena ituberupa ‘uqubat cambuk sebanyak 175 (seratus tujuh puluh lima) kalidikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agarTerdakwa tetap ditahan," bunyi putusan vonis Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh seperti yang dilihat RRI di situs resmi Mahkamah Agung RI," lanjut bunyi putusan vonis.

Sementara itu, selain terpidana Roni, ada lima terpidana lainya dihukum cambuk atas perkara Maisir (judi). Tiga diantaranya dihukum cambuk sebanyak 5 kali dan dua lainya sebanyak 8 kali. Kelima terpidana ini bernama T. Armia, Zulfikar, Ikhwani, Muksalmina, dan Zainal Mahyal Muslem. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00