Bukti Tidak Digubris, MAKI Siap Gugatan Praperadilan

Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung KPK Jakarta (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) berencana akan melayangkan gugatan praperadilan. Menurut Boyamin, gugatan tersebut akan dilakukan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menindaklanjuti bukti-bukti yang telah diserahkan dalam kasus Djoko Soegiarto Tjandra (DST) alias Djoko Tjandra dan kawan-kawan.

"Ke depannya, kami tetap mencadangkan (merencanakan) gugatan praperadilan terhadap KPK apabila tidak menindaklanjuti bahan-bahan yang telah kami serahkan," kata  Boyamin Saiman, Senin (21/9/2020). 

Menurut Boyamin, gugatan praperadilan nantinya juga dipakai sebagai sarana untuk membuka semua isi dokumen agar diketahui oleh publik secara sah di hadapan hakim.

Sebelumnya, MAKI telah menyerahkan dokumen setebal 200 halaman ke KPK disertai tambahan dokumen lain terkait bukti kasus Djoko Tjandra.

Boyamin menambahkan bahan-bahan tersebut sememestinya dapat digunakan oleh KPK untuk melakukan supervisi dalam gelar perkara bersama Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung pekan ini.

Yang terbaru, hari ini MAKI juga mempublikasikan percakapan sebagai pertanggungjawaban kepada publik terkait istilah "bapakku-bapakmu" dan "king maker".

MAKI menujukkan berupa foto dari print out yang diduga percakapan melalui aplikasi Whatsapp (WA) antara Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) dan pengacara Anita Dewi Kolopaking (ADK).

MAKI menduga percakapan itu dilakukan dalam pengurusan fatwa hukum di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesi untuk membantu pembebasan tersangka Djoko Tjandra dari kasus yang menjeratnya berupa penjara dua tahun atas perkara dugaan korupsi hak tagih Bank Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00