Disita, Segini Aset Tersangka Penggelapan Insentif Guru

KBRN, Takengon: Kejaksaan Negeri Takengon menyita aset mantan Bendahara Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Aceh Tengah inisial AY, (43).

Peyitaan itu seiring dengan penetapannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan penggelapan dana insentif guru TPA tahun anggara 2019.

"Ada tiga objek aset tersangka disita jaksa, sebidang tanah, sebidang kebun kopi, dan satu unit rumah. Lokasi aset yang disita itu tepat berada di wilayah Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, kabupaten setempat. Penyitaan itu didampingi aparatur desa," kata Kajari Aceh Tengah Nislianuddin melalui Kasi Pidsus Zainul Arifin kepada rri.co.id, Senin (21/9/2020). 

Ia menjelaskan, penyitaan aset tersangka itu berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah tertangal 12 Agustus 2020 dan penetapan Pengadilan Negeri Takengon tertanggal 10 September 2020.

Dikatakan, tiga objek aset yang disita diperkenan dipakai tersangka seperti mengambil hasil pertanian di lahan perkebunan, begitu juga  unit rumah boleh ditempati istri tersangka.

"Namun aset yang disita itu tidak diperkenankan dijual atau dialih kepemilikan. Petugas juga telah menitip pesan kepada aparatur desa untuk tidak mengeluarkan surat jual beli di atas objek sitaan itu. Pakai silahkan, jual dan alih kepemilikan tidak boleh,” ujarnya..

Dipastikan, jika tersangka tidak mengembalikan uang negara setelah putusan inkrah dari pengadilan, maka aset yang disita itu akan dilelang.

Diketahui, mantan bendaharan inisial Ay itu pada Jumat kemarin sudah di tahan di Rutan Takengon.

Ia diduga, menggelapkan uang negara sebesar Rp398 juta yang diperuntukkan bagi insentif 1.259 guru TPA tahun anggaran 2019.

AY disangkakan pasal 3 dan 8 UU Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00