Usut Kebakaran Kejagung, Kepolisian Ditantang Libatkan KPK

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana

KBRN, Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) 'menantang' pihak Kepolisian untuk melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2020 silam.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana memastikan bahwa pihaknya mendukung langkah Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kebakaran yang sempat menghebohkan itu. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar kepolisian menggandeng komisi anti rasuah.

"ICW mengusulkan agar Kepolisian dapat membentuk tim gabungan dengan mengajak KPK untuk menindaklanjuti temuan-temuan atas kasus tersebut," usul Kurnia dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, keterlibatan KPK penting untuk mendalami motif di balik terbakarnya gedung tersebut. Hal ini mengingat Kejagung sedang mengusut sejumlah perkara korupsi besar, salah satunya perkara dugaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan terpidana perkara cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra.

"Yang mana timbul dugaan di tengah publik bahwa ada beberapa barang bukti dalam kasus itu yang ikut dilahap api. Sebagai contoh, CCTV di ruangan Jaksa Pinangki," katanya.

Ditegaskan, untuk membongkar praktik kejahatan tidak hanya bersandar pada tersedianya dokumen penanganan perkara. Dikatakan, Alat bukti lain juga tak kalah penting. Untuk itu, jika terdapat pihak yang sengaja membakar Gedung Kejaksaan Agung, KPK dapat menerapkan Pasal 21 UU Tipikor tentang menghalangi proses hukum atau obstruction of justice.

"Jika memang ditemukan ada pihak atau kelompok tertentu yang sengaja membakar gedung Kejaksaan Agung untuk menghambat penanganan perkara tersebut maka KPK dapat menjerat dengan Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman 12 tahun penjara," tegasnya. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00