Aliran Uang Suap Jaksa Pinangki Mulai Terkuak

Tersangka Jaksa Pinangki.(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Gelar perkara tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah rampung, pada Selasa (8/9/2020). Temuan terbaru penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Jaksa Pinangki ternyata adalah dugaan menyamarkan uang suap dari terpidana Djoko Tjandra mengalir kepada adik Jaksa Piangki, yakni Pungki Primarini.

“Ada aliran uang ke adiknya (Pungki). Tetapi belum dipastikan jumlahnya berapa,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (8/9/2020) malam.

Temuan terbaru  dalam penyidikan itu, kata dia, juga berpotensi menjerat tersangka Jaksa Pinangki dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pinangki sudah ditetapkan tersangka penerimaan suap, dan gratifikasi dari Djoko.

Djoko memberikan uang panjar 500 ribu dolar AS (Rp 7,5 miliar) untuk upaya penerbitan fatwa bebas di Mahkamah Agung (MA).

Djoko, adalah terpidana dua tahun penjara atas vonis MA 2009 dan dinyatakan bersalah terkait korupsi hak tagih utang Bank Bali, tahun 1999 lalu. Pada 30 Juli 2020, Bareskrim Polri menangkap Djoko di Malaysia, dan dibawa pulang ke Indonesia untuk dipenjara.

Terkait uang suap pemberian Djoko Tjandra tersebut, diduga dilakukan, pada 2019. Politisi Partai Nasdem, Andi Irfan yang diketahui sebagai perantara pemberian suap, juga sudah ditetapkan tersangka.

“Hasil dari penyidikan, suap (diterima Jaksa Pinangki, red) diketahui digunakan untuk kebutuhan pribadinya sendiri,” kata Febrie.

Menurut Febrie, penyidik menyisir aliran uang suap Pinangki juga ada aliran uang senilai US$50 ribu dolar atau setara Rp500-an juta sampai ke pengacara terpidana Djoko Tjandra, yakni Anita Dewi Kolopaking.

Nama terakhir ini, pengacara Djoko Tjandra, yang diduga mengatur upaya Peninjauan Kembali (PK).

Bareskrim Polri juga telah menetapkan Anita sebagai tersangka terkait penerbitan red notice, dan dokumen, serta surat palsu untuk Djoko dapat masuk ke Indonesia.

Febrie juga menjelaskan, selain ke Anita, uang suap dari Djoko diterima Pinangki dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Untuk pembelian mobil, persewaan apartemen, dan perawatan kecantikan,” terang Febrie.

Penyidik sudah menyita mobil SUV BMW-X5 seharga Rp1.7 miliar dari Pinangki untuk alat bukti. Sedangkan uang lainnya, kata Febrie, digunakan untuk menyewa apartemen seharga Rp70juta-Rp80 juta per bulan.

Pinangki, kata dia, selama ini, tinggal di apartemen di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel).

Sedangkan Adik Pinangki, yakni Pungki sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali.

Pungki diperiksa terkait harta kekayaan Pinangki. Pemeriksaan terakhir, pada Senin (7/9/2020), penyidik memanggil Pinangki untuk diperiksa terkait dengan peran Andi Irfan, dan Djoko Tjandra. Namun, sementara status Pungki masih sebagai saksi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00