Kasus Jiwasraya, Saksi dan Penyidik Diminta Dikonfrontir

Ilustrasi Asuransi Jiwasraya/ Istimewa

KBRN, Jakarta: Kuasa hukum terdakwa kasus Jiwasraya, Benny Tjokro, Bob Hasan meminta penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dikonfrontir dengan salah satu saksi, Teddy Tjokrosapoetro.

Permintaan itu disampaikan Bob lantaran dalam sidang perkara yang sama, dengan terdakwa Joko Hartono Tirto pada lanjutan persidangan kasus Perkara Pidana Nomor : 33/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Kamis, 13 Agustus 2020 lalu, Teddy mengaku belum di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Jaksa. Sementara Jaksa sendiri menyatakan bahwa Teddy telah di BAP pada tanggal 4 Mei 2020 lalu.

“Kami ingin pemeriksaan lagi untuk mencocokan keterangan di BAP,” ujar Bob dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2020). 

Ditegaskan Bob, karena adanya perbedaan tersebut, maka penting bagi Majelis Hakim untuk melakukan validasi data, dengan menghadap-hadapkan langsung Teddy dengan Jaksa Penyidik. 

Bob menekankan bahwa, upaya pendalaman keterangan saksi Teddy bukanlah untuk kepentingan kliennya, tetapi justru demi kepentingan perkara, yakni mencari kebenaran materil. 

“Memang, dari tandatangannya, agak mirip. Tetapi kami, dari tim kuasa hukum pak Benny mendorong pemeriksaan terhadap penyidik agar proses penyidikan dilakukan secara transparan. Majelis hakim sebenarnya mendukung dan kita ingin itu,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengaku enggan berspekulasi tentang dugaan adanya manipulasi atau BAP fiktif terkait saksi Teddy tersebut. Namun diduganya ada upaya menghubung-hubungkan Benny Tjokro dengan pihak lain.  Sementara di satu sisi, saat Kuasa Hukum Joko Hartono Tirto, Aldres Napitupulu bertanya dalam persidangan, terkait saksi mengenal Joko Hartono Tirto, Teddy mengaku tidak mengenal dan tidak pernah merasa di-BAP untuk Joko Hartono Tirto.

Ditekankan Bob, isi BAP sangat krusial karena surat dakwaan itu selalu mengaitkan antara Joko Hartono Tirto, Heru Hidayat dan Benny Tjokro. Padahal, dalam fakta persidangan, kata dia sesungguhnya banyak yang terpisah.

Maka dari itu, Tim Kuasa Hukum ingin ada informasi sejelas-jelasnya mengenai kebenaran BAP Teddy Tjokrosapoetro untuk terdakwa Joko Hartono Tirto tersebut.

“Jangan sampai disangkut-sangkutin,” tegasnya. 

Dikatakan Bob, dakwaan Jaksa yang menghubungkan antara Benny Tjokro, Heru Hidayat dan Joko Hartono Tirto belum terbukti. Karena itu diharapkannya agar penanganan perkara Jiwasraya haruslah dilakukan dengan profesional. Terlebih, perkara Jiwasraya ini menyangkut hajat hidup orang banyak. 

“Asuransi Jiwasraya itu ada  pemegang polisnya. Dibelakang pak Benny ada urusan surat utangnya. Itu kan urusannya besar,” tekan Bob.

Tidak lupa, Bob juga mengaku berharap agar upaya penegakan hukum dalam kasus Jiwasraya dilakukan secara transparan dan akuntable, sesuai dengan rule of the game.  

Dia mengaku meminta dilakukannya konfrontir antara penyidik dengan saksi Teddy karena tidak ingin ada indikasi sebuah perkara diframing sedemikian rupa, sehingga pada ujungnya malah muncul tudingan bahwa Benny Cs telah melakukan permufakatan jahat (samenspanning).

“Kalau berkas perkaranya sudah dikontruksikan sebagai permufakatan jahat, adanya hubungan dan sebagainya, dipaksakan ada hubungan walaupun kecil atau sedikit, ini bermasalah dan sangat merugikan klien. Dan ini harus dibuktikan dalam fakta persidangan. Tugas kami sekarang membuktikan kebenaran materil,” demikian Bon Hasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00