Sempat Terjaring OTT, MA Bebaskan Pejabat Ini

KBRN, Bengkulu: Hari ini Jumat, (14/8/2020) mungkin menjadi kabar yang menggembirakan bagi Suryadi bin Syamsu (41 th), Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara-Lembaga Aliansi Indonesia, Kabupaten Kepahiang, Propinsi Bengkulu. 

Betapa tidak, Suryadi menjadi pesakitan karena terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), dan menjadi terdakwa kasus tindak pidana korupsi yang sebelumnya diputus pada Pengadilan Tingkat Pertama dan Banding, bersalah dengan pidana penjara selama 4 tahun, serta denda Rp50 juta subsider 1 bulan penjara, kini dibebaskan Mahkamah Agung (MA). 

Kala itu, Suryadi di tuntut bersalah melanggar ketentuan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah di ubah UU No. 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. 

Dalam proses perjalanannya, Suryadi melakukan upaya hukum kasasi ke MA. MA pun menilai terdakwa Suryadi tidak terbukti secara sah, dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sehingga dibebaskan dari semua dakwaa. MA juga memulihkan haknya dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. 

“Hari ini saya bebas karena sejatinya tidak bersalah, dan saya tidak melakukan perbuatan pidana, seperti apa yang dituduhkan kepadanya,” ujar Suryadi didampingi oleh para pengacaranya, Jumat (14/8/2020).

Sementara itu, Ketua Tim Penasihat Hukum Suryadi, Aan Julianda mengaku bangga, dan bersyukur atas telah di putusnya permohonan kasasi kliennya tersebut. 

Aan pun meyakini keadilan hukum masih ada dan berlaku di Indonesia, karena sejak awal pihaknya memang memandang ada kesalahan tuduhan terhadap kliennya. 

“Ini adalah salah satu hasilnya, dan kami bersyukur atas itu,” ucap Aan. 

“Kita berkewajiban melakukan pemulihan yang dimaksudkan itu, melalui bantuan teman-teman media. Tentu kami berterimakasih kepada semua teman-teman yang membantu upaya pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung RI ini,” terangnya. 

Perlu diketahui, istri Suryadi (CS) saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Perempuan Bengkulu. Terkait itu Aan mengatakan, CS masih memiliki kesempatan untuk melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali atau PK. 

“Upaya Hukum PK itu sangat mungkin kami lakukan, mengingat ada disparitas putusan terhadap perkara yang sama. Ya, kita tunggu saja dulu ya bagaimana nanti selanjutnya, karena saat ini keluarganya kita beri ruang dulu untuk mengungkap rasa syukur atas bebasnya Suryadi,” tukas Aan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00