Kerja di Jepang Digratiskan Belajar Bahasa

Menaker Ida Fauziah

KBRN, Jakarta: Menteri Ketenaga Kerjaan (Menaker) Ida Fauziah secara langsung membuka pelatihan bahasa Jepang untuk Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja di Jepang.

Menurut Ida, Bahasa Jepang merupakan satu manifiestasi dari kesepakatan antara Pemerintah Imdonesia dan Jepang melaluin Memorandum of Cooperation.

"Pembukaan pelatihan Bahasa Jepang yang kita selenggarakan pada siang hari ini, merupakan salah satu manifiestasi dari kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Jepang melalui MoC (Memorandum of Cooperation) yang ditandatangani pada tanggal 25 Juni 2019," kata Ida di aula serbaguna Kemnaker, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020).

Ida mengatakan, Indonesia diberi target mengirimkan Specified Skilled Worker ke Jepang sebanyak 70 ribu orang dalam waktu 5 tahun yang dibutuhkan pada 14 sektor kerja.

"Dalam MoC tersebut Indonesia diberi target untukmengirimkan SSW ke Jepang sebanyak 70.000orang untuk jangka waktu 5 tahun dari 350 ribu orangtenaga kerja asing yang dibutuhkan pada 14 sektor," kata Ida.

Selain itu Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) jakan mempersiapkan implementasi dari kesepakatan Indonesia Japan EconomicPartnership Agreement (IJEPA), khususnya untukup-skilling bahasa jepang. Pelatihan Bahasa jepang yang diselenggarakan ini merupakan upaya selain untuk peningkatan kompetensi juga merupakan upaya untuk memberikan instrumen perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia. Hal ini sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tersebut.

Akhir sambutannya, kata Ida, harus bisa memanfaatkan kesempatan ini, karena anggaran ini bersumber dari APBN.

"Peserta pelatihan, untuk mengikuti pelatihan secaraserius dan sungguh-sungguh. Jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah diberikankepada kalian apalagi pelatihan ini di subsidi olehPemerintah. Ingat kalian terpilih dari ratusan orangyang berminat dan mendaftar," tutup Ida.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00