Anji Enggak Nyangka Harus Berurusan dengan Hukum

Anji (tengah) saat di Mapolda Metro Jaya. (Dok Foto: Anggi/RRI)

KBRN, Jakarta: Musisi sekaligus Youtuber Erdian Aji Prihartanto atau akrab disapa Anji mengaku bahwa dirinya tidak menyangka konten yang ia buat di akun Youtube miliknya, Dunia Manji terkait wawancara dengan Hadi Pranoto soal obat Covid-19 bakalan berujung pada pelaporan di aparat hukum. 

Awalnya ia berpikir, materi wawancara yang ia lakukan kepada Hadi Pranoto di Lampung, bermanfaat bagi banyak masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang kini masih menghantui Tanah Air. 

"Karena saya melihat kita semua sudah jenuh, lelah dengan pandemi ini, lalu tiba-tiba ada harapan buat saya ini adalah kebaikan untuk dibagikan. Tapi saya tidak menyangka impact-nya ternyata seperti ini," ujar Anji usai dilakukan pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/8/2020) malam. 

Anji menuturkan ketertarikannya membuat konten soal obat Covid-19 milik Hadi Pranoto karena ada beberapa media di Indonesia yang mengangkat hal serupa. 

"Saya mendengarkan materinya, bahkan tanggal 29 Juli itu (sebelum Anji mengunggah konten tersebut ke Youtube, red). Materi interview itu sudah ditayangkan oleh media. Saya juga mencari di google. Saya merasa materi wawancara itu bermanfaat untuk dibagikan. Tapi entah kenapa yang viral saya," jelasnya. 

Oleh sebab itu, penyanyi yang mempopulerkan lagu berjudul 'Dia' itu mengaku banyak memetik pelajaran atas kasus yang menjeratnya tersebut. Oleh karena itu, Anji mengaku siap bekerja sama dengan Ikata Dokter Indonesia (IDI). Menurutnya hal itu sebagai bentuk menebus kesalahan yang telah ia perbuat. 

"Bekerjasama itu menyampaikan informasi, maksudnya bagaimana sih? Sebuah temuan atau ramuan bisa dinyatakan sebagai obat, melalui uji ilmiah atau uji klinis. Jadi itu adalah bentuk apa ya, bukan klarifikasi, bentuk pembalas kesalahan saya," jelasnya. 

Sebagaimana diketahui, Anji diperiksa polisi terkait kasus dugaan menyebarkan berita bohong atau hoaks dalam sebuah video dengan Hadi Pranoto perihal penemuan obat virus Corona atau Covid-19. Pemeriksaan yang berjalan selama 11 jam sejak pukul 10.30 WIB itu, Anji dicecar 45 pertanyaan.

Pemeriksaan itu sendiri berawal dari laporan, Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid yang melaporkan Anji dan Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020) lalu. Dimana Muannas menilai, video tersebut itu terindikasi memuat informasi bohong perihal penemuan obat virus Corona atau Covid-19.

Aduan Muanas itu tercatat dengan nomor laporan polisi: LP/4538/VII/Yan 2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Agustus 2020, terkait tindak pidana bidang ITE dan atau menyebarkan berita bohong yang diatur dalam Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00