Vonis Penolak Jenazah Covid-19 Banyumas Lebih Ringan

KBRN, Banyumas: Pengadilan Negeri Banyumas, Jawa Tengah menjatuhkan vonis 3 bulan 15 hari kurungan dan denda sebesar Rp500 ribu kepada salah seorang terdakwa kasus penolakan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. Vonis tersebut lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni pidana penjara selama 7 bulan dan denda Rp500 ribu dengan subsider 2 bulan.

Kepala Kejaksaan Negeri Banyumas, Amrizal Tahar menyebut pihaknya belum menentukan sikap terkait vonis tersebut.

“Karena kemarin sidangnya virtual jadi kami belum dapat salinan dalam bentuk tertulis. Hari ini kami menunggu salinan putusan hakim untuk mempelajarinya,” ujarnya kepada RRI di kantornya, Jumat (7/8/2020).

Sesuai prosedur, JPU memiliki waktu tujuh hari untuk menentukan sikap apakah mengajukan banding atau menerima vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa.

“Demikian juga dengan terdakwa, kemarin dalam sidang itu mereka masih pikir-pikir,” lanjutnya.

Jika upaya banding diambil yang diambil, dalam waktu tujuh hari JPU ataupun terdakwa harus sudah mendaftarkan bandingnya ke Pengadilan Negeri Banyumas, lalu menyatakan memorinya dalam waktu empat belas hari.

Nantinya banding akan diteruskan Pengadilan Negeri Banyumas ke Pengadilan Tinggi Semarang untuk dimintakan putusan yang menguji apakah vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Banyumas sudah tepat atau belum.

“Apakah banding atau tidaknya kita tunggu dulu,” kata Amrizal.

Total ada tiga terdakwa yang telah diserahkan Penyidik Polresta Banyumas kepada pihak Kejari Banyumas dalam kasus penolakan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. Satu telah mendapat vonis dan dua lainnya masih dalam proses persidangan.

“Kemarin sudah selesai pemeriksaan, jadi sidang berikutnya adalah pembacaan tuntutan pidana,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00