Aliran Dana Kasus Djoko Tjandra Masuk Penyidikan

Terpidana Djoko Tjandra.(Dok.Antara Foto)

KBRN, Jakarta: Buronan terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra telah mendekam di penjara Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat. Tapi, kelanjutan kasus itu juga belum selesai secara hukum.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan, saat ini telah mengklarifikasi atau memintai keterangan terhadap 15 orang terkait kasus aliran dana Djoko Tjandra. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut siapa saja yang dimintai keterangan terkait hal tersebut.

"Soal 15 orang tersebut kami masih dalami itu, itu klarifikasi ya berkaitan dengan tipikor yaitu suap. Makanya, dalam tahap penyidikan ini kami akan mencari siapa pelakunya," kata Argo saat konferensi pers virtual, Kamis (6/8/2020).

Koordinasi itu, lanjut dia, dilakukan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPTAK) guna mengetahui aliran dana dalam kasus korupsi Djoko Tjandra, dan itu juga akan ditelusuri berdasarkan fakta hukum.

"Kami masih menunggu karena penyidik masih  bekerja, setelah kami dapatkan baru kami sampaikan," terang Argo.

Sebelumnya diketahui, Mabes Polri saat ini melakukan penyelidikan kasus aliran dana terpidana Djoko Tjandra dan sudah dinaikkan menjadi tahap penyidikan.

Sebab, kata Argo, penyelidik Polri telah melakukan gelar perkara dengan memintai keterangan sekisar 15 orang dan sudah koordinasi dengan PPTAK untuk mengetahui aliran dana tersebut hingga menaikan status penyidikan.

"Setelah kami melakukan gelar perkara dalam proses penyelidikan itu yang telah dilakukan oleh Direktorat Tipikor bahwa hasilnya, Rabu (5/8/2020) kemarin, kasus aliran dana Djoko Tjandra dinaikkan menjadi tahap penyidikan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Kamis (6/8/2020).

Sementara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah meberikan keternagan, bahwa sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri demi mengusut aliran dana terkait dengan pelarian Djoko Tjandra.

"Iya benar, melalui Kedeputian Pencegahan sudah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan Bareskrim," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga mengatakan lembaganya terus berkoordinasi dengan Polri terkait penanganan pelarian Djoko Tjandra tersebut.

"Kami terus berkoordinasi dan supervisi penanganan pelarian DT (Djoko Tjandra) oleh Polri. Sejauh ini, Polri sangat terbuka dan mempersilakan KPK untuk terus berkoordinasi," kata Ghufron.

Djoko Tjandra ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (30/7/2020) pekan kemarin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00