Korporasi yang Melakukan Korupsi Akan Disikat

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam diskusi

KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkomitmen, terus memaksimalkan penanganan tindak pidana korupsi (TPK) ataupun pencucian uang dengan pelaku korupsi berupa sebuah korporasi.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam diskusi yang berjudul 'Pencucian uang, Pidana Korporasi dan Penanganan Korupsi Lintas Negara'.

"KPK berkomitmen untuk memaksimalkan penanganan Tipikor ataupun pencucian uang dengan pelaku korporasi," kata Nawawi dalam diskusi webinar, Kamis (6/8/2020).

Nawawi menambahkan, hal ini dilakukan untuk bisa memaksimalkan asset recovery kepada Negara yang telah dirugikan.

"Hal ini tentu dimaksudkan untuk memaksimalkan asset recovery atau pengembalian uang hasil korupsi kepada Negara," kata Nawawi.

Menurutnya, sepanjang 2019 KPK juga telah menetapkan enam korporasi sebagai tersangka kasus korupsi. Dua diantaranya telah dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap, yakni PT Duta Graha Indah (DGI) atau PT Nusa Konstruksi Enjineering (NKE) dalam kasus korupsi dan PT Putra Ramadhan atau Tradha dalam perkara pencucian uang.

Nawawi juga mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan penanganan korupsi lintas negara dengan bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan US Department of Justice (USDOJ) dalam perkara korupsi proyek KTP-elektronik (KTP-el).

"KPK memang harus bekerja sama dengan lembaga di Amerika tersebut karena banyak bukti yang harus didapatkan oleh KPK dengan mengumpulkannya di Amerika," ujar dia.

Selain itu, ia menyebut, kerja sama lintas negara terkait penanganan kasus korupsi juga dilakukan dalam kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce PLC pada PT Garuda Indonesia bekerja sama dengan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura dan SFO Inggris.

"Dalam perkara ini, KPK juga turut mengusut tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh dua tersangka ES (Emirsyah Satar/mantan Dirut Garuda Indonesia) dan SS (Soetikno Soedarjo/pemilik PT Mugi Rekso Abadi (MRA) dan Connaught International Pte.Ltd)," kata Nawawi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00