Proyek Fiktif Waskita Karya Didalami KPK

Tersangka Desi Arryani (rompi oranye) di Gedung KPK Jakarta (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sejumlah pengerjaan proyek subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT. Waskita Karya (Persero).

Pantauan RRi.co.id, salah satu tersangka dalam kasus ini yaitu Desi Arryani tampak terlihat tiba di Gedung KPK Jakarta pada sekitar pukul 12:15 WIB. Yang bersangkutan diketahui merupakan mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Jasa Marga (Persero).

Desi yang tampak mengenakan rompi tahanan warna oranye dengan tangan terborgol itu hanya terdiam dan langsung bergegas menuju ruangan pemeriksaan penyidik KPK di lantai II, tanpa mau menjawab berondongan pertanyaan awak media.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Jurru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan ada 2 orang saksi yang dipanggil dan diperiksa untuk tersangka Desi. 

“Kedua saksi dipanggil untuk tersangka DA (Desi Arryani/mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga mantan Dirut PT Jasa Marga)," kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/8/2020). 

Dirinya menjelaskan kedua saksi itu merupakan perwakilan dari PT. Jakarta Realty dan perwakilan PT. Perintis Triniti Properti. Selain itu, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya dalam penyidikan kasus tersebut.

Sementara itu, saksi yang dipanggil untuk tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR), yaitu dua pegawai PT. Waskita Karya masing-masing Affan Riswan dan Ridwan Dharma.

Selanjutnya saksi karyawan PT. Waskita Karya Antonius Yulianto Tyas Nugroho dipanggil untuk tersangka mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana (JS).

Dalam kasus ini penyidik KPK telah menetapkan 2 orang tersangka, masing-masing  Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS) dan mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU).

Lima tersangka itu diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya selama 2009 sampai dengan 2015.

Dalam konstruksi perkara disebut pada 2009, Desi menyepakati pengambilan dana dari PT Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana, dan lingkup pekerjaannya.

Selanjutnya 5 orang tersebut melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00