Tahanan Kasus Proyek Fiktif Jalani Tes Kesehatan

Tersangka Jarot Subana (Eko Sulestyono)
Tersangka Desi Arryani (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini melakukan tes kesehatan atau tes usap (Swab Test) terhadap sejumlah tahanan baru terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang melibatkan oknum pejabat PT. Waskita Karya (Persero). 

Pantauan RRI.co.id, salah satu tersangka bernama Jarot Subana,  Direktur Utama (Diriut) PT. Waskita Beton Precast tampak terlihat keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta sekitar pukul 13:00 WIB. 

“Hanya pemeriksaan kesehatan,” kata Jarot Subana kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (4/8/2020). 

Tak lama kemudian atau sekitar pukul 13:40 WIB, tersangka lainnya bernama Desi Arryani, mantan Direktur Utama (Dirut PT. Jasa Marga (Persero) tampak terlihat keluar dari Gedung KPK Jakarta. Saat ditanya wartawan apakah dirinya juga diperiksa kesehatan, Dessy hanya mengangguk (membenarkan).

Sementara itu disaat yang sama penyidik KPK memanggil 4 orang saksi dalam penyidikan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero).

Penyidik hari ini memanggil 4 orang saksi terkait dengan tindak pidana korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero)," kata Ali Fikri kepada wartawan. 

Ali menjelaskan, ada 3  saksi diagendakan diperiksa untuk tersangka Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011—2013 Fathor Rachman (FR). Ketiga saksi itu masing-masing karyawan PT Waskita Karya Hendra Herdiana, Puji Rahayu selaku ibu rumah tangga, dan Wisnu Wardhana dari unsur swasta.

KPK juga memanggil seorang perwakilan  PT. Sukses Karya Perdana yang dijadwalkan diperiksa sebagai untuk tersangka mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU) dan mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana (JS).

KPK sebelumnya. telah menetapkan mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani (DSA) dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010—2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sejumlah Rp202 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00