Pakar: Bandar Judi Online Bisa Dipenjara

KBRN, Jakarta : Bandar atau pihak yang menawarkan judi online bisa dijerat dengan hukum pidana. Ancamannya penjara paling lama 9 tahun.

Pakar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran, Somawijaya menjelaskan, sekalipun judi online tak dijalankan di dunia nyata, namun dengan adanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), bandar judi online bisa dijerat hukum. 

"Memang dengan diundangkannya UU ITE, sebetulnya itu sudah masuk. Ada beberapa pasal yang terkait dengan judi online," katanya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (17/12/2019).

Namun secara substansial, lanjut Somawijaya, judi online pun bisa menggunakan pasal-pasal terkait yang ada di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sebab pada dasarnya menurut dia UU ITE merupakan leg specialist dari KUHP itu sendiri.

"Konten dari pada perbuatannya itu memang mengacu pada KUHP. Itu diadopsi oleh UU ITE. Jadi secara hukum nasional, sebetulnya mengenai judi online sudah ada pengaturannya. Karena ini menggunakan online, bahwa konstruksinya sudah ada," jelasnya.

Perlu diketahui, ada beberapa pasal yang mengatur soal judi di KUHP. Salah satunya yakni Pasal 433 KUHP. Dalam pasal itu mengatur tentang bandar judi tak berizin diancam 9 tahun penjara atau denda paling banyak kategori VI. (Foto : Istimewa/ Ilustrasi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00