Ketepatan Hukuman Irjen FS Bergantung pada Penyidik

Irjen Ferdy Sambo (tengah) saat memenuhi panggilan tim khusus (timsus) terkait kematian ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Antara

KBRN, Jakarta: Pakar hukum pidana menilai ketepatan hukuman untuk Irjen Ferdy Sambo bergantung pada penyidik. Serta dua anak buahnya berinisial Brigadir RR dan KM juga bergantung pada penyidik. 

“Tepat atau tidak tepat itu kesimpulan dari tim penyidik. Ada pembunuhan berencana yang insidental, tidak ada pikiran dahulu mau bunuh orang karena spontan,” kata Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul, S.H., M.H. saat berbincang dengan Pro 3 RRI, Rabu (10/8/2022). 

Menurutnya, penyidik berkeyakinan berdasarkan keterangan saksi E diperintahkan melakukan penembakan. Artinya, pembunuhan sudah melakukan persiapan dan berdasarkan bukti dari orang yang didengar keterangannya.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyebut Ferdy Sambo, RR, dan KM dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Keempatnya dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP.

“Pasal 55 ada kualifikasinya yaitu pelaku, orang yang menyuruh, peserta. Kalau pelaku saja, pelakunya tunggal, dia bisa ikut serta dari tindak pidana,” katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tidak ada baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J. Sigit menyebutkan, baku tembak itu merupakan skenario Sambo.

Fakta yang sesungguhnya, kata Sigit, Sambo memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J. Setelahnya, Sambo menembakkan pistol milik Brigadir J ke dinding-dinding rumahnya agar seolah terjadi adu tembak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar