Penetapan Tersangka Baru Kasus Brigpol J Masih Ditunggu

Suasana Gedung Bareskrim Polri, Sabtu (6/8/2022) pukul 21.15 WIB, saat ratusan wartawan menunggu kepastian penetapan tersangka baru kasus pembunuhan Brigpol J/Yosua Hutabarat. (Foto: RRI.CO.ID/Denisa Tristianty)

KBRN, Jakarta: Perkembangan penyidikan kasus dugaan pembunuhan Brigpol J/Yosua Hutabarat masih membuat  pertanyaan besar. Menurut informasi beredar, pada Sabtu (6/8/2022) petang, bakal ada penetapan tersangka baru terkait kasus tersebut.

Informasi itu, merujuk pada nama mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Dari pantauan rri.co.id di Gedung Bareskrim Polri, Sabtu pukul 21.10 WIB, masih banyak wartawan bertahan dari berbagai media massa menunggu kepastian informasi itu.

Selain itu, sejak sore tadi, terpantau beberapa personil polisi berlalu-lalang menggunakan pakaian dinas, dan juga banyak mengenakan baju bebas.

Sedangkan, pada siang tadi terdapat beberapa unit mobil dari Satuan Mako Brimob parkir di area Mabes Polri.

Irjen Sambo, Kamis (4/8/2022), telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan pembunuhan Brigpol J. Saat itu, penyidik Bareskrim Polri, dalam kasus ini,  Tim Khusus Polri memeriksa Sambo sekisar tujuh jam.

"Saya telah menjalani pemeriksaan keempat, dan memberikan semua keterangan yang saya lihat, yang saya tahu di TKP rumah dinas saya. Selanjutnya, silakan tanya ke penyidik," kata Irjen Sambo usai diperiksa di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis (4/8/2022) pukul 17.13 WIB.

Sementara, pada Rabu (3/8/2022) malam, Bharada E ajudan Irjen Sambo, telah ditetapkan sebagai tersangka pertama oleh Tim Khusus Polri, dan diumumkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian.

Bharada E disangkakan Pasal 338 juncto 55 dan juncto 56 KUHP. Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis malam, juga telah mengumumkan 25 personil diperiksa Tim Inspektorat Khusus (Irsus) Polri.

Kapolri Listyo menyebut, terdapat tiga perwira tinggi (pati) Polri bintang satu dimutasi karena masuk daftar pemeriksaan. Kemudian, juga menyatakan, mereka terperiksa tidak menutup kemungkinan bakal terkena pidana, di samping pelanggaran etik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar