KPK Tegaskan Tetap Usut PT Waskita Karya

Plt jubir KPK Ali Fikri saat melakukan tanya jawab di gedung Merah Putih KPK Foto : Umam RRI

KBRN, Jakarta: KPK menegaskan tetap mengusut keterlibatan PT Waskita Karya dalam perkara korupsi pembangunan Gedung IPDN di Kabupaten Gowa.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pengusutan bakal tetap dilakukan meski PT Waskita Karya telah mencicil pengembalian kerugian negara atas perkara tersebut. Sebab, menurut dia, Pasal 4 UU Tipikor menyebutkan pengembalian keuangan negara tidak menghapuskan unsur pidana.

"Kita tahu di Pasal 4 UU Tipikor mengembalikan kerugian negara tidak menghapus pidananya. Oleh karena itu kembali lagi bahwa tentu kita nanti lihat perkembangan dari persidangan yang masih berjalan," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Ali mengatakan bakal mencermati proses persidangan dengan terdakwa Mantan Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya (WSKT) Adi Wibowo. Ali menyebut, apabila ditemukan alat bukti yang cukup, maka tidak tertutup kemungkinan PT Waskita Karya menjadi tersangka korporasi.

Diketahui, PT Waskita Karya telah menyetor cicilan kerugian negara sejumlah Rp 7 miliar ke KPK dari yang seharusnya dibayarkan total Rp 27,2 miliar. 

KPK pun mengapresiasi sikap kooperatif PT Waskita Karya tersebut, dengan melakukan cicilan pembayaran kerugian keuangan negara. Meski begitu, KPK menegaskan tetap menunggu pelunasan keseluruhan kewajiban yang mesti disetorkan perusahaan pelat merah tersebut.

Kasus sedang berjalan adalah Kepala Divisi I PT Waskita Karya tahun 2008-2012, Adi Wibowo, didakwa memperkaya perusahaannya sebesar Rp26,6 miliar. Ini dari pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan Gedung Kampus IPDN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Gowa tahun 2011.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar