Polda-Banten Ungkap Penyelundupan Sabu ke Lapas Cilegon

Jajaran Polda Banten, Lapas Kelas IIA Cilegon, dan Kejari Cilegon, hadir saat konferensi pers terkait kasus penyelundupan sabu ke Lapas Kelas IIA Cilegon yang menyeret pegawai Kejari Cilegon. (Foto: Bantenhits/ Mahyadi)

KBRN, Jakarta: Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengungkapkan penanganan kasus upaya penyelundupan sabu ke Lapas Kelas IIA Cilegon. Dalam kasus itu, dua oknum pegawai Kantor Kejari Cilegon membawa sabu seberat 3.16 gram.

“Kedua oknum pegawai Kantor Kejari Cilegon tidak membawa sabu, tetapi membawa satu unit charger handphone warna putih yang dalamnya di-cross check petugas pintu utama Lapas, ternyata berisi sabu 3.16 gram,” ungkap Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga saat berbincang dengan Pro 3 RRI, Jumat (20/5/2022).

Pihaknya pun fokus terkait sejauh mana dua pegawai ini menjadi bagian dari pengedaran narkoba ke lapas.

“Dua pegawai kejari ini sama sekali tidak mengetahui isi barang, sehingga diperiksa sebagai saksi, sudah dilakukan tes urin negatif narkoba hasilnya,” tukasnya.

Dijelaskan Shinto, keduanya tidak mengetahui bahwa barang titipan untuk narapidana inisal DL itu ada sabu. 

Sementara itu, Direktorat Narkoba Polda Banten menetapkan dua orang narapidana inisal DL (39) dan KT (39) sebagai tersangka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar