Pemeriksaan Empat Saksi Korupsi Proyek Pengadaan Satelit

Ilustrasi satelit. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut dugaan kasus korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tahun 2012-2021. 

Tim penyidik juga telah memeriksa empat saksi, dan dua di antaranya adalah pegawai di Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan RI.

"Tim Penyidik Koneksitas melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi yang terkait dengan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012 s/d 2021," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Kejaksaan Periksa Seorang Saksi Kasus Pengadaan Satelit

Empat saksi yang diperiksa hari ini Rabu (18/5/202) adalah Mayjen TNI AAF selaku Tenaga Ahli Pengajar Lembaga Ketahanan Nasional RI / mantan pejabat Perwira Pembantu Utama (Paban) I / Perencanaan Staf Operasi TNI AD (Ren Sopsad) Tahun 2015. Kemudian saksi kedua adalah Laksma TNI SD selaku Direktur Perencanaan Program dan Anggaran pada Direktorat Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI. Berikutnya, Kol. Kal BPP selaku Kepala Bidang (Kabid) Kataloger (Katalog) Pusat Kodifikasi (Puskod) Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan RI / Mantan Kepala Bidang Matra Udara (Kabidmatud) Pusat Pengadaan (Pusada) Baranahan Kementerian Pertahanan RI Tahun 2017, dan saksi terakhir yang diperiksa hari ini adalah  Kol. Tek JKG selaku Kepala Bidang (Kabid) Program Baranahan Kementerian Pertahanan RI / Mantan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pusada Baranahan Kementerian Pertahanan RI Tahun 2014.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012 s/d 2021," kata Ketut.

Baca juga: Kejagung Periksa Belasan Saksi Kasus Proyek Satelit

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Laksamana Muda (Purn) Leonardi selaku mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Baranahan Kemhan) periode 2015-2017. 

"Laksda L diperiksa terkait pengadaan ground segment oleh Navayo dan kontrak-kontrak bersama konsultan dalam pengadaan terkait satelit slot orbit 123° Bujur Timur (BT)," kata Ketut beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, Kejagung telah mencegah beberapa orang ke luar negeri. Mereka yang dicegah perjalanan ke luar negeri adalah Dirut PT Dini Nusa Kusuma (PT DNK) Surya Witoelar (SW) dan Presiden Direktur PT Dini Nusa Kusuma (DNK) berinisial AW. Tak hanya itu, seorang WNA bernama Thomas van der Heyden juga dicekal

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar