Pengadilan Tipikor Kembali Menggelar Sidang Kasus Asabri

Suasana sidang kasus dugaan tindak pidana Korupai pada PT. Asabri dengan terdakwa Teddy Tjokrosapoetro.di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2022). (foto: Suhanda/RRI)

KBRN Jakarta: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang kasus dugaan tindak pidana Korupai pada PT. Asabri dengan terdakwa Teddy Tjokrosapoetro.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto mengagendakan keterangan saksi saksi

"Jaksa ada berapa saksi yang  dihadirkan dalam persidangan hari ini. "kata Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto pada sidang di PN Jakarta Pusat Rabu (18/5/2022)

Pada Kesempatan tersebut Jaksa Penuntut Umum  Zulkipli mengatakan menghadirkan 7 orang saksi.

" Yang Mulia sidang hari ini menghadirkan 7 saksi yaitu Ardian Pratama, wiraswasta matan direktur fajar indah perkasa,  Grasionis Johardi Lambert, direktur Glis properti Indonesia, Basuindra, direktur PT  batukuda Propertindo, Dadit Sujono, PT , Langga Diwira lepolaan, direktur PT wahana jirolupat developer,  Basuki Wijaya, direktur OPS BPI blis properti Indonesia, direktur Tanjung pinang sakti, dan  Eko Heru Prasetyo,  direktur keu PT Bliss Properti indonse Tbk.  "ucap Jaksa

Jaksa Zulkipli mencoba mengungkap aliran dana yang diduga berasal dari PT Asabri kepada para saksi termasuk saksi Adrian yang diduga telah dipindahkan ke berbagai perusahaan

"Terdakwa telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan, yaitu dana-dana yang bersumber dari hasil investasi saham dan reksadana pada PT ASABRI yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana korupsi. "ujar Zulkipli.

Atas pertanyaan Jaksa  Saksi Ardian Pratama mengaku namanya hanya dipinjam atau nominee yang dimanfaatkan untuk membuat perusahaan di dalam dan luar negeri. 

"PT Fajar Indah Perkasa merupakan holding yang melisting company atau perusahan yang memliki aset dan membeli PT Hokindo yang memliki  7 perusahaan pemilik aset untuk listing di bursa saham."jelas saksi

 Ardian menyebut PT Rimo Internasional Lestari Tbk  perusahaan milik Teddy membacdoor listing Hokindo. Selain itu Ardian mengungkapkan dia juga diangkat sebagai direktur di timewelk enterprise.  dengan skema seolah olah Perusahaan luar negeri yang berada di Hongkong.

 "Timewell enterprise  yang juga milik Tedy dan beny tersebut meminjamkan uang ke PT Fajar Indah Rp 6 triliun untuk membeli Hokindo agar dapat listing di bursa saham. "ujarnya.

Jaksa menyebut Dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi PT Asabri terdakwa Teddy Tjokrosapoetro didakwa melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama sama  yang merugikan negara hingga Rp 22.7 triliun. Selain itu, Teddy didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dari kerugian negara Rp 22.7 triliun tersebut, Teddy bersama Benny Tjokro dan Jimmy Sutopo menikmati Rp 6 triliun. Menurut jaksa, uang itu adalah uang korupsi dari transaksi saham ASABRI

"Bahwa dari kerugian negara sebesar Rp 22.788.566.482.083 (Rp 22,7 triliun) tersebut Benny Tjokrosaputro, Jimmy Sutopo, dan Terdakwa Teddy Tjokrosapoetro memperoleh keuntungan yang tidak sah kurang-lebih sejumlah Rp Rp 6.087.917.120.561 (Rp 6 triliun) yang merupakan hasil tindak pidana korupsi dari transaksi saham dan reksa dana pada PT ASABRI yang dilakukan dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan 2019," kata jaksa Zulkipli

Jaksa mengatakan keuntungan yang diperoleh Teddy ditampung di sejumlah rekening. Tak hanya itu, Teddy bersama Benny Tjokro juga mengalihkan sejumlah uang melalui setoran tunai dengan mengatasnamakan Timewell Enterprise Limited yang merupakan perusahaan Benny Tjokro.

Selain itu, Teddy Tjokrosapoetro dan Benny Tjokrosaputro juga disebut melakukan skema putar-putar uang. Benny dan Teddy disebut mentransfer uang ke beberapa rekening dengan cara diputar-putar sebanyak tiga hingga delapan kali.

"Bahwa selanjutnya dari rekening Bank PT. Fajar Indah Megah Perkasa ditransfer PT Hokindo Mediatama yang merupakan perusahaan holding yang dibentuk oleh Terdakwa Teddy Tjokrosapoetro," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar