Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Ekspor CPO

Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberikan keterangan pers.

KBRN Jakarta : Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya yaitu Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati serta langsung menahannya di Rutan Salemba, Jakarta, Selasa (17/5).

Status Lin Che Wei dari pihak swasta berubah menjadi tersangka setelah sempat lima kali diperiksa sebagai saksi. Perannya memang tidak tanggung-tanggung dalam kasus yang telah membuat mahal dan langkanya minyak goreng di Indonesia.

“Perannya yaitu tersangka LCW (Lin Che Wei) bersama-sama tersangka IWW (Indrasari Wisnu Wardhana) Dirjen Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan mengkondisikan pemberian izin Persetujuan Ekspor (PE) di beberapa perusahaan,” ungkap Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa (17/5).

Dijelaskan oleh Jaksa Agung,  Lin Che Wei ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Salemba selama 20 hari terhitung sejak 17 Mei hingga 5 Juni 2022. Penahanan tersangka, menurut Kejaksaan Agung demi mempercepat proses penyidikan.

Sebelum ditahan tersangka Lin Che Wei selaku Penasehat Kebijakan/Analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat dan negatif Covid-19. 

Sedangkan pasal yang disangkakan kepada tersangka yaitu pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ekspor CPO sebelumnya Kejaksaan Agung telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Antara lain  Indrasari Wisnu Wardhana mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan. Kemudian Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group dan Togar Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar