FOKUS: #PPKM

PMI Ilegal Berbahaya dan Merugikan Diri Sendiri

Ilustrasi / Pekerja Migran Indonesia (PMI) / Pekerja Migran Indonesia (PMI) unprosedural merupakan permasalahan bersama yang mendera Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai langkah strategis ditempuh dalam menekan jumlah pahlawan devisa berangkat secara ilegal. Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan, bahwa bekerja secara ilegal di negeri orang sangatlah tidak dibenarkan. Pasalnya, kata dia, PMI akan sangat dirugikan, mengingat cukup banyak permasalahan yang akan dihadapi. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Mataram: Pekerja Migran Indonesia (PMI) unprosedural merupakan permasalahan bersama yang mendera Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berbagai langkah strategis ditempuh dalam menekan jumlah pahlawan devisa berangkat secara ilegal.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan, bahwa bekerja secara ilegal di negeri orang sangatlah tidak dibenarkan.

Pasalnya, kata dia, PMI akan sangat dirugikan, mengingat cukup banyak permasalahan yang akan dihadapi.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah (Hayatun Sofian/RRI)

"Hampir di atas 90 persen korban-korban yang ada, baik itu meninggal, teraniaya dan tidak dibayarkan gajinya adalah PMI unprosedural," kata Sitti Rohmi kepada RRI.co.id di Mataram, NTB, Minggu (23/1/2022).

Untuk itulah menurut dia, saat ini Pemprov NTB memajukan Program NTB Zero Unprosedural Migran.

Sehingga, masyarakat harus berani berbicara bahwa itu adalah ilegal. 

"Ayo tidak boleh lagi berangkat ataupun bekerja sebagai PMI unprosedural," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar