Kasus Taspenlife, Kejagung Periksa Tiga Saksi Internal

Ilustrasi taspenlife (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Tiga orang saksi PT Asuransi Jiwa Taspen telah menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspenlife) periode 2017-2020.

Para saksi tersebut ialah Melly Eka Chandra, Ernanto Prabowo dan Ida Bagus Nugraha yang merupakan mantan Direktur Keuangan dan Umum Asuransi Jiwa Taspen.

"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap 3 (tiga) orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Dana Investasi di PT. Asuransi Jiwa Taspen Tahun 2017 s/d 2020," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan, Kamis (20/1/2022).

Kasus ini bermula pada 17 Oktober 2017, ketika PT Asuransi Jiwa Taspen melakukan penempatan dana investasi sebesar Rp150 miliar. Penempatan dalam bentuk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) di PT Emco Asset Managemen selaku manager investasi dengan underlying berupa Medium Term Note (MTN) PT Prioritas Raditya Multifinance (PT PRM). 

Sementara MTN PT PRM tidak mendapat investment grade untuk menjadi wadah investasi layak.

Kemudian, dana pencairan MTN tersebut oleh PT PRM tidak dipergunakan sesuai dengan tujuan MTN dalam prospektus. Melainkan langsung mengalir dan didistribusikan ke group perusahaan PT Sekar Wijaya dan beberapa pihak yang terlibat dalam penerbitan MTN PT PRM, sehingga gagal bayar. 

Tanah jaminan dan jaminan tambahan MTN PT PRM pada akhirnya seolah-olah dijual ke PT Nusantara Alamanda Wirabhakti dan PT Bumi Mahkota Jaya, dengan melalui skema investasi. Yakni dengan cara PT Taspen Life berinvestasi pada beberapa reksa dana dan kemudian dikendalikan untuk membeli saham-saham tertentu yang dananya mengalir ke kedua perusahaan tersebut untuk pembelian tanah jaminan dan jaminan tambahan.

"Akibat perbuatan tersebut, diduga telah merugikan keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp161.629.999.568," ucap Leonard. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar