Kreditur Apartemen Antasari 45 Minta Kepastian Hukum

KBRN, Jakarta: Ratusan kreditur/pembeli Apartemen Antasari 45 merasa tertipu dan dirugikan oleh PT. Prospek Duta Sukses (PDS) selaku pengembang proyek Apartemen 45 Antasari. Mereka menuntut kepastian hukum atas laporan dugaan tindak pidana Penipuan, Penggelapan, Perlindungan Konsumen dan Pencucian Uang yang dilakukan oleh PT. PDS. 

Laporan tersebut dilimpahkan ke Polda Metro Jaya dari Bareskrim Polri dengan nomor LP/0495/VIII/Bareskrim tertanggal 31 Agustus 2020. 

“Kami berharap penyidik Polda Metro Jaya bisa meneruskan kasus ini hingga ke Jaksa lalu persidangan,” kata Pengacara Kreditur Apartemmen 45 Antasari, Utomo Karim, di Polda Metro Jaya, Kamis (20/1/2022).

Pasca pertemuan para kreditur dengan kepolisian, diketahui status kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Kepolisian sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak PDS sebagai saksi.

“Mengingat Sudah lebih dari 1,5 tahun kami melapor tapi masih belum ada kabar dan kejelasan tentang status terakhir masih dalam penyelidikan,” tutur Utomo.

Laporan ini dimasukkan karena para pembeli merasa tertipu dan dirugikan setelah pengembang tidak juga menyelesaikan pembangunan apartemen yang dijanjikan rampung pada Oktober 2017 lalu. Sampai dengan 2022, bangunan baru berbentuk 5 lantai basement. Oleh karena itu, 210 pembeli masih mencari keadilan dan menuntut pengembang PT. PDS untuk mengembalikan uang pembelian Apartemen 45 Antasari mereka sekitar Rp 164 miliar.

Gugatan ini dilandaskan oleh beberapa Pasal KUH Pidana (Pasal 378, 372 dan 416) serta Pasal 62 ayat (2) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sebagaimana disebutkan bahwa pembeli properti memiliki hak untuk mengkonsumsi produk maupun jasa serta memilihnya sesuai dengan nilai tukar dan kondisi sesuai perjanjian. Ditambah Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.  (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar