Investasi Bodong, Polri Bongkar Evotrade

Kantor Evotrade (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membongkar kasus investasi penjualan aplikasi robot trading ilegal bernama Evotrade. Aplikasi tersebut dijalankan PT Evolusion Perkasa Group dengan menggunakan skema investasi bodong klasik, yakni Skema Ponzi.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat terhadap PT Evolusion Perkasa Group. Laporan itu menunjukkan perusahaan Evolusion Perkasa Group tidak memiliki izin dari Kementerian Perdagangan.  Padahal, praktik jual beli yang dilakukan perusahaan tersebut masuk dalam kategori berisiko tinggi.

"Aplikasi robot trading Evotrade juga diduga menggunakan skema piramida karena keuntungan atau bonus didapat dari keikutsertaan member baru. Artinya, bukan dari hasil penjualan barang," terang Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Whisnu Hermawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

PT Evolusion Perkara Group menawarkan penjualan aplikasi robot trading dengan sejumlah paket kepada masyarakat. Di antaranya, paket basic dengan harga USD150. Paket advance seharga USD350 dan paket expert seharga USD500.

Dalam kasus robot trading ini, para korban dijanjikan keuntungan berjenjang hingga 10 persen dari uang yang disetorkan. Bagi member yang paling bawah, hanya akan mendapat keuntungan 2 persen.

“Untuk rekrut member baru dalam level I bisa mendapatkan keuntungan 10%. Level 2 mendapatkan keuntungan 5%, Level 3 mendapatkan keuntungan 3%, level 4 mendapatkan keuntungan 3%, level 5 mendapatkan keuntungan 2% dan level 6 mendapatkan keuntungan 2%,” rinci Whisnu.

Pihaknya menduga ada 3 ribu pengguna aplikasi Evotrade tersebut yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

"Jumlah member diperkirakan tiga ribu, tersebar di wilayah Jakarta, Bali, Surabaya, Malang, Aceh, dan lain-lain," katanya.

Mengutip situs DJKN Kemenkeu, skema ponzi merupakan modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor bukan berasal dari keuntungan yang diperoleh dari kegiatan operasi perusahaan. Namun, berasal dari investor selanjutnya yang dilakukan dengan cara merekrut anggota baru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar