Bupati Langkat Masuk Gedung KPK Bawa Plastik

Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (tengah) dikawal penyidik KPK saat akan dibawa ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta melalui Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (19/1/2022) malam. KPK mengamankan tujuh orang dalam OTT pada Selasa (18/1) malam, salah satunya Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio

KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Selasa malam (18/1/2022).

Pantauan RRI.co.id, ternyata Bupati Langkat tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 23.54 WIB.

Dia mengenakan setelan kemeja hijau tua sambil membawa kantong plastik putih.

Bupati Langkat, Sumatera Utara, tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. (CHairul Umam/RRI)

Sebelum dia, beberapa orang telah sampai terlebih dahulu dan langsung dibawa masuk ke dalam Gedung KPK oleh penyidik, dalam pengawalan ketat petugas keamanan internal.

BACA JUGA: Bupati Langkat Bersama Rekan Dibawa Menuju Jakarta

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri sebelumnya telah membenarkan, bahwa semua pihak yang kena OTT sedang dalam perjalanan menuju Gedung KPK, Jakarta Selatan.

"Tim KPK mengamankan beberapa pihak, di antaranya, Bupati Langkat, Sumatera Utara, serta beberapa pejabat serta ASN juga pihak swasta. Saat ini tujuh orang sedang dalam perjalanan untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi RRI.co.id sebelum kedatangan Bupati Langkat, Rabu (19/1/2022).

"Ada tujuh orang terdiri dari bebeapa pejabat dan ASN serta pihak swasta," jelas Ali.

BACA JUGA: OTT Bupati Langkat: Kekayaannya Puluhan Miliar Rupiah

Selain itu, pemeriksaan juga diperlukan untuk menentukan apakah pihak yang diamankan dapat diminta pertanggungjawaban hukum atau tidak.

“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Ali.

Lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status para pihak yang di amankan dalam operasi tangkap tangan ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar