FOKUS: #PPKM

Kreditur Antasari 45 Kecewa Berat dengan Developer

Konferensi pers warga Antasari 45 (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kreditur Apartemen Antasari 45 merasa tertipu dan mengaku kecewa terhadap pengembang PT Prospek Duta Sukses (PDS) dengan total kerugian yang dialami mencapai Rp591,9 miliar.

Sebagai pengembang apartemen tersebut, PDS tak kunjung merampungkannya, padahal para kreditur sudah membayar sejumlah uang.

Sekitar 210 kreditur Apartemen 45 Antasari yang mangkrak hingga kini masih mencari keadilan dan menuntut PDS untuk mengembalikan uang pembelian Apartemen 45 Antasari sekitar Rp164 miliar.

Para pembeli merasa tertipu dan dirugikan setelah pengembang tidak juga menyelesaikan pembangunan apartemen yang dijanjikan rampung pada Oktober 2017 lalu.

“Sekitar 210 (kreditur) merasa dirugikan tertipu pengembangan PT. PDS. Itu intinya kita bicarakan ada dua poin. Kami melihat sebagai kreditur, tak ada iktikad baik dan berlindung. Ada surat perdamaian yang banyak merugikan kreditur,” kata salah satu perwakilan korban, Benyamin Wijaya dalam konferensi pers di The H Tower, Jalan Rasuna Said, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (19/1/2022).

Status PT. PDS saat ini sebagai perusahaan yang PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) usai digugat dua pembeli apartemen.

Namun, mereka menyebut 2 penggugat tak mewakili dan bukan bagian dari mereka.

Kasus tersebut pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 31 Agustus 2020 dengan nomor LP/0495/VIII/Bareskrim.

Laporan tersebut lalu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, tapi hingga saat ini kasusnya belum jelas.

“Kita tak terlibat dalam gugatan ada dua kreditur mengajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah melakukan putusan menerima PKPU. Menyatakan punya tagihan Rp2,2 miliar ke PT.PDS,” ujar salah satu kreditur, Tjahyono Firmansyah .

“Nomor Laporan Polisinya ada. Rencana besok kami menanyakan progres ke Polda Metro Jaya. Hampir setengah tahun ini masih proses penyelidikan," tandasnya.

Sampai dengan 2022, apartemen yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari No. 45, Cilandak, Jakarta Selatan ini hanya berbentuk 5 lantai basement, sehingga menjadikan potensi total kerugian yang dialami seluruh konsumen mencapai Rp591,9 miliar.

Angka kerugian ini berasal dari seluruh pembayaran yang sudah dibayarkan 775 pembeli untuk 923 unit kepada PT. PDS, selaku pengembang proyek Apartemen 45 Antasari. 

Para kreditur menolak perjanjian damai dari PT. PDS, lantaran menemukan sejumlah kejanggalan dalam permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Gugatan PKPU dilayangkan oleh Eko Aji Saputra yang mengaku PT. PDS memiliki utang Rp2,2 miliar kepadanya.

Tidak sendiri, Eko juga menyertakan Cheffry yang mengaku sebagai kreditur lain dalam permohonan tersebut.

Namun, para kreditur mengaku tidak mengenal nama tersebut sebagai bagian dari mereka.

Bahkan, kerabat dari nama tersebut kaget dan heran mengetahui bahwa nama Eko tidak mungkin punya apartemen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar