FOKUS: #PPKM

Mertua Meninggal, Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Tertunda

Ilustrasi Persidangan. (Dok. Antara)

KBRN, Tangerang: Sidang perdana kasus dugaan kebakaran Lapas Kelas I A Tangerang yang menelan korban 121 orang di Pengadilan Negeri Tangerang berjalan selama dua menit dan diputuskan ditunda pekan depan. 

Pasalnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, R. Aji Suryo berhalangan hadir karena sang mertua meninggal dunia di Palembang, Sumatera Selatan. 

Kuasa Hukum empat terdakwa kasus kebakaran Lapas Kelas I A Tangerang, Firmauli Silalahi usai sidang mengatakan, seharusnya siang hari ini agendanya sidang pembacaan dakwaan.

Tetapi karena Ketua Majelis Hakim berhalangan, sidang terpaksa ditunda untuk minggu depan tanggal 25 januari 2022. 

"Ketua Majelis Hakim ada kemalangan, keluarga beliau meninggal di Palembang," ungkapnya kepada RRI.co.id di Tangerang, Selasa (18/1/2022). 

Menurut Firmauli, jadi acara minggu depan juga agendanya masih tetap pembacaan dakwaan.

"Masih dakwaan," tandasnya. 

Pantauan RRI.co.id, sidang perdana kasus dugaan kasus kebakaran Lapas Kelas I A Tangerang berlangsung di Ruang Sidang 1 Pengadilan Negeri Tangerang. 

Nampak duduk di kursi pesakitan, sipir atau petugas Lapas Kelas I A Tangerang bernama Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho dan Panahatan Butar Butar. 

Sidang yang seharusnya dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim R. Aji Suryo didampingi hakim anggota Ismail dan Ely Istianawati, namun dibuka oleh Ely Istianawati. 

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Kota Tangerang, terlihat hadir yakni, Adib Fachri Dilli.

Terpantau pula mantan Kalapas Kelas I A Tangerang, Viktor Teguh Prihartono juga hadir. 

Namun baru berjalan dua menit sidang langsung ditutup karena sidang akan dilanjutkan pada pekan depan 25 Januari 2022 dengan agenda pembacaan dakwaan. 

Penyebabnya, Ketua Majis Hakim, R. Aji Suryo berhalangan hadir karena tengah berduka akibat sang mertua meninggal dunia di Palembang. 

Diketahui, dalam kasus tersebut, Polda Metro Jaya awalnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni RU, S, dan Y, yang merupakan petugas Lapas Tangerang.  

Ketiganya dijerat Pasal 359 KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.  

Hasil pengembangan, kemudian polisi menetapkan kembali tiga orang tersangka, yaitu JMN, PBB dan RS.  

Ketiganya adalah narapidana, pegawai Lapas, dan bagian umum Lapas Kelas I Tangerang.  

Tiga tersangka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang kealpaan baik yang menyebabkan terjadinya kebakaran. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar