Hari Ini Rapat Paripurna Pengesahan RUU TPKS-IKN

Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani. Foto: Eno/Man .jpg

KBRN, Jakarta: Ketua DPR RI, Puan Maharani, hai ini akan memimpin Rapat Paripurna DPR yang berisi dua agenda penting. 

Pertama terkait pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi inisiatif DPR, dan kedua pengesahan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-undang (UU).

“Semoga dua agenda penting DPR hari ini membawa manfaat yang besar untuk kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara,” ujar Puan dalam siaran pers yang diterima RRi.co.id, Selasa (18/1/2022). 

Puan mengatakan, dua agenda penting ersebut sesuai dengan hasil keputusan Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Badan Musyawarah DPR RI antara Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi-fraksi pada 13 Januari lalu.

Terkait RUU TPKS, ia menjelaskan, setelah RUU tersebut sah menjadi inisiatif DPR, maka pihaknya bersama pemerintah akan membahas RUU yang sangat ditunggu-tunggu publik ini, setelah Presiden mengirim Surat Presiden (Surpres). 

“Surpres tersebut akan berisi wakil pemerintah yang ditunjuk Presiden untuk membahas RUU ini bersama DPR. Berikut juga dengan DIM (daftar inventarisasi masalah) dari pemerintah,” sebutnya.

Puan juga berharap, publik terus memberi masukan dan aspirasi kepada DPR selama RUU TPKS ini dibahas pemerintah. 

“Kami di DPR akan terus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat agar kita bisa sama-sama mencegah segala bentuk kekerasan seksual di sekitar kita,” ujar Puan.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, Ibu Kota Baru (IKN) di Kalimantan Timur akan diberi nama "Nusantara". 

Menurut Suharso, nama tersebut dipilih langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut diungkapkan Suharso, dalam rapat Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dengan DPR, Senin (17/01/2022) kemarin.

"Mengenai nama ibu kota titik-titik itu, semula memang ingin dimasukkan pada waktu penugasan Surpres itu, tapi kemudian ditahan dan ini saya baru mendapatkan konfirmasi langsung dari Bapak Presiden pada Jumat. Dan beliau (Presiden, red) mengatakan ibu Kota Negara ini namanya Nusantara," ungkapnya dalam rapat Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dengan pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Suharso menjelaskan, alasannya adalah Nusantara dipilih Jokowi karena nama itu sudah dikenal sejak dulu dan ikonik di dunia internasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar