Meski Pandemi, Angka Perlindungan KI di Bali Tinggi

KBRN, Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly menyerahkan 46 surat pencatatan ciptaan dan 17 sertifikat merek kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster di Taman Werdhi Art Centre, Bali, Minggu 16 Januari 2022.

Pada kesempatan itu, Yasonna mengapresiasi tingginya angka perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di Bali, meskipun masih dalam masa pandemi. 

“Dengan masuknya 2.250 permohonan pada tahun 2020 dan meningkat pada tahun 2021 sebesar 4.265 permohonan, menunjukkan tingginya kreatifitas serta inovasi di Provinsi Bali,” ujar Yasonna dalam keterangan resminya, Minggu (16/1/2022). 

Sebelumnya, pada 6 Januari 2022 lalu, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) telah meluncurkan Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC) untuk menstimulus pelindungan KI khususnya hak cipta.

POP HC merupakan inovasi revolusioner yang diimplementasikan oleh DJKI sehingga mampu mempersingkat waktu penyelesaian dari hitungan hari ke menit.

“Semakin banyak kekayaan intelektual di negara tersebut, negara itu akan semakinmaju. Dan Bali adalah salah satu provinsi yang paling concern terhadap pelindungan KI untuk meningkatkan perekonomian rakyat,” pungkas Yasonna. 

Gubernur Bali I Wayan Koster mengucapkan terimakasih karena Kemenkumham telah menyelenggarakan kegiatan penyerahansertifikat KI kepada masyarakat Bali.

“Pemberian surat pencatatan kekayaan intelektual komunal kain endek yang telahdiberikan beberapa waktu lalu memang benar benar meningkatkan nilai ekonomi dan permintaan pasar sehingga gairah pengrajin lokal untuk memproduksi juga terus tumbuh,” ujar Wayan Koster. 

Pada kesempatan ini, Wayan Koster juga turut menerima surat pencatatan atas berupa buku ciptaannya, yakni “Ekonomi Kerthi Bali” Membangun Bali Era Baru.

Selain itu, DJKI berinisiatif untuk menjemput bola dengan melakukan safari dalam bentuk Mobile IP Clinic dengan menghadirkan miniatur Kantor KI yang bergerak dari satu daerah ke daerah lain di 33 Provinsi di Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi di Kementerian Hukum dan HAM, Staf Khusus Menkumham Bidang Isu-Isu Strategis Bane Raja Manalu, Pemerintah Provinsi Bali serta 36 orang penerima surat pencatatan ciptaan dan sertifikat merek.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar