PN Tangerang Diminta Eksekusi Lahan Gading Golf

Rqpat koordinasi kepastian hukum Gading Golf di Pengadilan Negeri Tangerang

KBRN, Tangerang : Sebanyak 55 ahli waris Tan Hok Tjio mendesak Pengadilan Negeri (PN) Tangerang mengeksekusi lahan seluas 75 hektar yang saat ini menjadi lapangan golf di Jalan Raya Gading Golf, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Pasalnya, meskipun ada keputusan dari PN Jakarta Pusat pada tanggal 14 Agustus 2012 lalu dengan Nomor W10.Ut.ht.065/1987 Eks,VIII.2012.01.9638 perihal permintaan bantuan eksekusi lanjutan yang di tujukan kepada Ketua PN Tangerang, tidak pernah dilakukan. 

Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum ahli waris, Budi Ramadanus seusai melakukan rapat koordinasi eksekusi lahan dengan pihak PN Tangerang, Polres Tangerang Selatan dan Kodim 0510 Kabupaten Tangerang serta unsur aparatur setempat yang diliput rri.co.id, Jumat (14/1/2022). 

Bahkan, kata dia, pada tanggal 27 Februari 2013 PN Tangerang mengeluarkan surat dengan nomor 07/Del/PEN/Eks/1989/PN TNG Jo. No. 65/1987. EKS untuk melakukan eksekusi Ril (pengosongan) tehadap lahan itu. Namun, hingga kini eksekusi tersebut tidak pernah dilakukan dengan alasan keamanan. 

"Ya kalau begini terus gimana. Kasian ahli waris yang tidak pernah merasakan hasil dari peninggalan orang tuanya," kata dia. 

Sepertinya alasan keamanan itu hanya dibuat-buat dan tidak masuk akal, mengingat keputusan dari PN Jakarta Pusat yang kemudian ditindak lanjuti oleh PN Tangerang yang akan mengeksesusi lahan tersebut sejak 2013 lalu tidak pernah dilakukan. "Sebenarnya ada apa dengan PN Tangerang," kata dia. 

Para ahli waris lanjut Budi, membutuhkan kepastian hukum. Sementara eksekusi lahan mereka yang akan  dilakukan oleh PN Tangerang selalu ditunda, hingga terkesan membela PT Summarecon Agung Tbk sebagai pemilik padang golf tersebut. 

"Lalu harus kemana lagi kita minta kepastian hukum, jika keputusan PN Jakarta Pusat diabaikan oleh PN Tangerang," tandas dia, 

Sementara itu Panitra PN Tangerang, Tantri Yanti yang meminpin rapat tersebut mengatakan, persoalan tersebut akan disampaikan terlebih dahulu kepada Kepala PN Tangerang. 

"Saya bertugas di PN Tangerang ini baru satu tahun yang lalu, sehingga tidak tahu persis dengan persoalan itu. Karenanya saya minta waktu untuk menyampaikan atau mengkoordinasikan masalah tersebut terlebih dahulu dengan pimpinan," kata dia. 

Setelah itu, tambahnya, pihaknya  akan mengundang kembali pihak ahli waris dan aparatur setempat untuk melakukan pertemuan di lain hari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar