Lagi, Santriwati Diperkosa Tiga Orang

KBRN, Magelang:  Tiga orang warga Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang nekat memperkosa seorang santriwati dari salah satu pondok pesantren yang ada di wilayah Magelang.

Parahnya, dari tiga orang tersangka tersebut salah satunya masih berstatus sebagai pelajar dan baru berusia 15 tahun.

“Dalam kasus pemerkosaan ini, sebenarnya ada tiga tersangka. Satu tersangka berinisial N (15), sedangkan, dua tersangka lainnya yakni, benisial PA (21) warga Desa Pasangsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang dan NI (25) warga Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang,”kata Kapolres Magelang, AKBP Sajarid Zakun, kepada wartawan, Jumat ( 14/1/2022).

Sajarod mengatakan, peristiwa pemerkosaan yang disertai ancaman tersebut terjadi selama empat hari berturut-turut sejak 2 hinggga 5 Januari 2022. Selama empat hari tersebut, korban berisinal ADP tersebut dicekoki mimuman keras hingga tidak sadarkan diri, sehingga para pelaku melakukan aksinya tersebut.

Menurutnya, peristiwa pemerkosaan yang terjadi di rumah tersangka N, di Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari tersebut bermula saat para tersangka mengajak korban bermalam di rumah mereka. tersangka.

Kemudian, para tersangka mencekoki korban dengan minuman keras, sehingga  korban mabuk dan tertidur pulas di kamar tersebut. Dan, saat korban tidak berdaya Karena mabok, para tersangka dengan leluasa menggilirnya.

“Sebelumnya, para tersangka juga mengancam kepada korban bila tidak mau melayani aksi bejatnya. Bahkan, salah satu tersangka yang masih berstatus pelajar tersebut mengikat tangan korban dengan seutas tali rafia,”katanya.

Ia menambahkan, para tersangka menyetubuhi korban berkali-kali. Bahkan ada tersangka yang melakukan sebanyak tiga hingga empat kali.

Kasatreskrim Polres Magelang, AKP M Alfan menambahkan, pengungkapan kasus pemerkosaan tersebut, setelah pihak pondok mencari keberadaan salah satu santriwatinya yang “menghilang” dari pondok  tersebut.

“Dari pihak pondok pesantren tersebut, berupaya mencari salah satu tersangka, yakni PA yang mempunyai hubungan khusus dengan korban,”kata Alfan.

Ia menjelaskan, selain itu dari pihak pondok pesantren meminta bantuan dari perangkat desa setempat dalam mencari salah satu santriwatinya yang sempat menghilang tersebut.

Menurutnnya, tiga tersangka tersebut kemudian diamankan oleh warga setempat pada 6 Januari kemarin dan kemudian diserahkan ke pihak polisi.

Alfan mengatakan, selain mengamankan tiga tersangka, pihaknya juga membawa korban  ke RSUD Merah Putih Magelang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan juga memberikan pendampingan psikologis terhadap korban. Korban juga sempat dibawa ke rumah sakit, karena mengalami luka bekas jeratan tali plastik di kedua tangannya,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara karena melanggar pasal 285 KUHP. Sementara itu, untuk tersangka yang berusia 15 tahun atau masih di bawah umur, proses hukum tetap berjalan. Tetapi, proses hukumnya dipercepat dan dipisah dengan dua tersangka yang sudah dewasa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar