Tersangka Pelecehan 14 Anak di Lampung Ditahan

Ilustrasi (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Kabupaten Lampung Barat, baru-baru ini. Sebanyak 14 orang siswi menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh guru PNS berinisial BH.

"Benar terjadi pelecehan, kejadiannya terjadi pada Sbatu 8 Januari 2022, Polsek Pesisir Utara Polres Lambar kedatangan orang tua daripada korban atau pelapor yang melaporkan bahwa terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru," ujar Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saeful Rahman, melalui wawancara Pro3RRI, Jumat (14/1/2022).

Hadi juga mengatakan bahwa dari keempat belas korban yang dilecehkan baru dua korban yang keluarganya melapor. Karena besar kemungkinan korban-korban yang lainnya masih trauma atau merasa malu untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Namun kami akan menggali terus jumlah korban, dan ke 14 siswi tersebut merupakan siswi dengan sekolah yang sama," kata Hadi. 

Menurut pengakuan tersangka sendiri, Hadi menyatakan bahwa tersangka telah mengaku bahwa dalam kurung waktu dua tahun ini dia sudah melakukan hal tersbut kepada keempat belas siswinya. 

Sementara tersangka sendiri sudah ditahan dan tetapkan pasal 82 Jo Pasal 76 E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan sanksi pidana berupa penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Apalagi si pelaku merupakan tenaga pendidik maka bisa saja putusan hakim bisa ditambah sepertiga daripada tuntutan yang ada didalam UU tersebut," jelas Hadi.  

Tersangka merupakan guru mengajar di sekolah dasar negeri dan juga guru ngaji. Tersangka BH bermodus memanggil siswi ketempat sepi seperti perpustakaan, kemudian dengan modus menyampaikan ingin memeriksa fisik apakah yang bersangkutan siswi itu pantas atau tidak menjadi paskibra. 

"Kemudian tersangka melakukan modusnya dengan melakukan pencabulan dengan membuka pakaian daripada siswinya atau korbannya tersebut," jelasnya kembali. 

Sementara hasil fisum menujukkan adanya luka robek didalam alat vital korban, terdapat kondisi psikologisnya yang terganggu. Maka dari itu pihak kepolisian akan lakukan trauma healing bersama KPAI untuk melalkukan pendampingan kepada para korban. 

"Kita datangi secara satu-persatu daripada korban yang ada, agar mereka ada keberanian untuk menyampaikan apa yang mereka alami, kami memberikan perlidnungan terhdap kerahasiaan terhadap korban dan juga pendampingan psikologis oleh pemerintah daerah setempat dan semua data korban kami sudah ketahui," pungkasnya.   

Tersangka BH diketahui merupakan guru PNS di salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Lampung Barat. Pria 39 tahun itu tega menodai belasan anak didiknya dan hal tersebut diketahui sejak 8 Januari 2022 setelah keluarga korban melapor kepihak kepolisian. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar