Komplotan Pembobol Ruko di Jakarta Timur Diringkus

Konfrensi Pers pelaku komplotan spesialis pembobol rumah dan ruko diwilayah Cakung dan Jatinegara, Jakarta Timur. (Foto: Hamzah/RRI)

KBRN, Jakarta: Polres Metro Jakarta Timur meringkus empat pelaku komplotan spesialis pembobol rumah dan ruko di wilayah Cakung dan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan, dalam melakukan aksinya, empat pelaku memiliki peran masing-masing dalam bertugas.

"Mereka sudah berbagi peran, ada yang mengamati (situasi) terlebih dahulu, ada yang mengawasi ketika pelaksanaan pencurian itu dilaksanakan, ada yang mengambil atau memetik barang curian. Jadi makanya mereka berempat," kata Kombespol Erwin kepada RRI.co.id, Kamis (9/12/2021).

Ia menyebut, keempat pelaku berinisial ADP (26), ASP (32), HDS (27), dan YRD (25).

Adapun keempat pelaku, kata Erwin, membobol rumah dengan menggunakan benda seperti obeng min dan kunci letter L. 

"Usai membobol rumah atau ruko yang ditinggal penghuni, pelaku lantas menggasak barang berharga," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menuturkan, bukan hanya sebatas alat elektronik macam laptop, namun juga sepeda motor yang terparkir di halaman rumah. 

"Barang yang diambil di rumah yang disatroni itu macam-macam, ada mulai laptop, notebook, handphone, kemudian helm dan ini adalah sepeda motor yang berhasil kita ambil," ujarnya. 

Erwin menambahkan, para pelaku biasa melancarkan aksinya ketika larut malam atau dini hari menjelang subuh. 

"Rata-rata mereka melakukan kegiatannya pada malam hari, menjelang dini hari atau bahkan sebelum terbit matahari sekitar jam 4 sampai jam 05.20 atau 05.30," ujar Erwin

Menurut pengakuan pelaku, lanjut Erwin, aksi pencurian itu sudah dilakukan sebanyak empat kali di sejumlah titik di Jakarta Timur. 

"Kegiatan mereka ini dilakukan secara profesional. Yang terakhir itu terjadi pada tanggal  6 Oktober 2021, berturut-turut dari bulan Agustus, di bulan Oktober sendiri ada dua kasus yang mereka terlibat di dalamnya," tuturnya. 

Akibat perbuatannya, keempat pelaku dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, dan 5e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. 

"Terhadap pelaku ini kita kenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan ayat (1) ayat 3e, 4e dan 5e, yang memang ancaman (penjara) sekitar 7 tahun, di atas 5 tahun," jelasnya. 

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan seperti sejumlah alat elektronik seperti tab, kemudian helm, dan satu unit sepeda motor jenis matic bernopol B-5716-TGR.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar