Dua Teroris Ditangkap, Polri: Jadi Fasilitator Pertemuan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Mabes Polri  menyebut dua anggota kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bertugas sebagai fasilitator tempat pertemuan jaringan teroris tersebut. Kedua orang berinisial M alias AFB (42)  dan MM alias AAM diketahui juga merupakan anggota toliyah wilayah Sulawesi Selatan.

Berdasarkan catatan yang dimiliki Densus 88, M sudah bergabung dengan JI sejak tahun 2003. Dia sudah dua kali mengikuti pelatihan semi militer JI yakni, pada 2003 dan 2006. Pelatihan itu digelar di Teluk Bone, Sulawesi Selatan. M berlatih menggunakan senjata api jenis M16.

“Jadi peran mereka ini harus menyediakan tempat pertemuan untuk anggota JI dari luar pulau Sulawesi dan senjata api,” kata  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, di Mabes Polri, Rabu (1/12/2021).

Pada 2010, M menerima paket beberapa senjata api. Di antaranya, satu pucuk senjata api jenis FNC (Fabrique Nationale Carbine) dan M16. Senjata itu kiriman dari Reza salah satu anggota JI yang telah ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah.

Kemudian, ia menerima perintah untuk memberikan paketan senjata api itu kepada Heri, tersangka lainnya yang telah ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan. Senjata api itu digunakan untuk pelatihan semi militer di Kolaka, Sulawesi Tenggara.  

Selain senjata api itu, M juga menerima kiriman amunisi kaliber 5,56 mm dari Toha, tersangka yang telah ditangkap Densus 88 di wilayah Poso. Kemudian senjata amunisi itu diserahkan untuk kegiatan semi militer di Kolaka.

“Yang bersangkutan juga berperan mencari lahan yang digunakan untuk tadrib (semi militer.red) di Kolaka dan juga beberapa kali mengikuti pertemuan-pertemuan yang dilakukan kelompok JI,” tutur Rusdi.

Peran MM alias AAM tak jauh beda dengan M. Pada 2003, AAM tercatat pernah mengikuti pelatihan menembak menggunakan senjata api jenis M16 bersama Bahar alias Slamet, anggota JI yang sudah ditangkap di Jawa Timur. Latihan itu dilaksanakan di wilayah Teluk Bone.

Kemudian, pada 2004 AAM melakukan survei di daerah Gunung Patah untuk digunakan pelatihan anggota JI. Di tahun yang sama, AAM juga menerima satu pucuk senjata api jenis UZI buatan Upik Lawanga, tersangka teroris lainnya.    Pada 2006, AAM membuat tempat penyimpanan senjata di gorong-gorong di bawah kebun miliknya di daerah Luwu Timur.

Sebagai pengingat, kedua M ditangkap pada Rabu, 24 November 2021 Dusun Kuwarasan, Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Sementara AAM, ditangkap pada Jumat, 26 November 2021 di Dusun Pasi-pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timu. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar