Penyelenggaraan Munaslub Ika Usakti Ciderai Semangat Konsolidasi

KBRN, Jakarta: Ikatan Alumni Trisakti (Ika Trisakti) menyayangkan diselenggarakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang dilakukan oleh sekelompok alumni dengan memilih Sdr. Donny Yoesgiantoro sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Trisakti (Ika Usakti) pada Sabtu (27/11/2021) kemarin.

Penegasan itu disampaikan Plt. Ketua Ikatan Alumni Trisakti (Ika Trisakti), Sahala Siahaan pada Rapat Kerja Pengurus Ika Trisakti di Jakarta, Minggu (28/11/2021). Hadir dalam rapat kerja tersebut Sekretaris Jenderal Irfan Ardiansyah serta segenap pengurus Ika Trisakti periode 2021-2025.

"Penyelenggaran Munaslub pada 27 November 2021 tersebut tidak sah karena tidak didukung oleh semua fakultas. Terlebih munaslub mereka SC (Steering Comitee) dan OC (Organizing Comitee)-nya dibentuk oleh siapa?" tanya Sahala Siahaan.

Selain itu, lanjut dia, penyelenggaraan munaslub itu juga menciderai semangat konsolidasi yang telah dicapai dalam Ikrar Bersama pada 27 Februari 2021 lalu. 

"Dalam Ikrar Bersama tersebut, para pimpinan organisasi yang terdiri atas Ikasakti, Ika Usakti dan Masyarakat Trisakti bersepakat untuk bersatu dalam suatu organisasi Alumni yang bernama Ika Trisakti," terang Sahala.

Sekjen Ika Trisakti Irfan Ardiansyah menambahkan, pihaknya menyayangkan adanya tindakan-tindakan sekelompok alumni yang dengan sengaja menyelenggarakan munaslub tanpa mengindahkan koridor organisasi. 

“Kami sudah intens bertemu dengan para penyelenggara munaslub tersebut untuk secara musyawarah menyelesaikan persoalan, dan mengingatkan akibat dari penyelenggaran ini adalah adanya perpecahan dan hanya merugikan hubungan kekeluargaan para alumni. Namun, tampaknya hal tersebut diabaikan oleh mereka,” terang Irfan.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Dewan Pengawas Ika Trisakti Feri Wirsamulia juga mempertanyakan maksud dan tujuan diselenggarakannya munaslub tersebut. 

"Munaslub pemilihan Ketua Ika Usakti dasarnya apa? Ika Usakti sudah melebur kok menjadi Ika Trisakti, dan itu dilakukan dalam Munaslub lalu. Jadi Ika Usakti itu secara hukum sudah tidak ada. Pun, katakanlah Ika Usakti masih ada, pertanyaannya Munaslub Ika Usakti yang memilih ketua itu menggantikan ketua lama atau membuat organisasi baru? Ini kan gak jelas. Ini pelanggaran organisasi, dan sudah semestinya orang-orang yang menyelenggarakan munaslub pada 27 November lalu itu diberikan sanksi," tegas Feri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar