Lima Berkas Perkara Korporasi ASABRI Masuk JPU

Ilustrasi / Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Kejaksaan Agung telah melimpahkan lima berkas perkara tersangka korporasi Asabri ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Namun, belum dirincikan siapa saja tersangka korporasi yang berkasnya sudah dilimpahkan.

"Sudah lima yang dilimpahkan," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus, Supardi, di Gedung Bundar Kejagung RI, Jakarta Selatan, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (24/11/2021).

Terkait dengan pengembalian upah komitmen, menurut Supardi, belum ada lagi tersangka korporasi yang mengembalikan.

Terakhir, dua tersangka korporasi yang mengembalikan upah komitmen sebanyak dua manajer investasi dengan total uang sekitar Rp10 miliar.

"Kalau itu terserah saja mau mengembalikan atau tidak," ucap Supardi. 

Salah satu tersangka korporasi kasus dugaan korupsi PT ASABRI, yang juga merupakan manajer investasi (MI), telah melakukan pengembalian upah komitmen.

Pengembalian upah komitmen yang diterima oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) itu merupakan kali kedua.

Pengembalian uang yang dilakukan oleh tersangka korporasi lainnya adalah sebesar uang Rp7 miliar. 

"Ada satu lagi yang mengembalikan Rp3 miliar," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi, kepada RRI, Kamis (11/11/2021).

Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara 10 tersangka korporasi.

Dari permeriksaan saksi yang dilakukan, penyidik belum menemukan adanya kemungkinan penambahan tersangka.

"Belum ada ke arah situ karena SDM-nya juga terbagi ke penanganan kasus lainnya," ucap Supardi.

Sebagai pengingat, 10 tersangka korporasi itu, yakni PT Insight Investments Management, PT Millenium Capital Management, PT Pool Advista Asset Management, PT Recapital Asset Management, PT Victoria Asset Management, PT Asia Raya Kapital, OSO Manajemen Investasi, PT Maybank Asset Management, PT Aurora Asset Management, dan PT Corfina Capital. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00