Total Miliaran, Aset Alex Noerdin Dkk Disita

KBRN, Jakarta: Tim Penyidik Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung melakukan penyitaan aset milik eks Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin. Alex sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019.

Aset yang disita terdiri dari benda bergerak maupun tidak bergerak. Beberapa aset yang disita adalah sejumlah rekening bank yang sebelumnya diblokir oleh tim penyidik. Namun, nilai aset yang disita itu masih kurang dibanding kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp480 miliar.

“Total uangnya Rp90 miliar,” sebut Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung, Supardi kepada RRI, Rabu (24/11/2021).

Terkait pemblokiran itu penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait. Salah satu yang dilakukan pemeriksaan kemarin (23/11/2021) adalah istri tersangka Muddai Madang bernama Ratna Yulita.

"Pemeriksaannya terkait aliran uang MM. Nanti biar di pengadilan yang memutuskan apakah semua uang itu hasil dari korupsi PDPDE Sumsel," ucapnya.

Nama Ratna Yulita ada dalam struktur direksi perusahaan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN). Perusahaan tersebut adalah pihak swasta yang bekerja sama dengan PDPDE Sumsel untuk membentuk badan hukum baru, yakni PDPDE Gas.

Belakangan, perusahaan kongsi bisnis tersebut adalah modus korupsi yang dilakukan para tersangka. Namun terkait RY, kata Supardi, namanya hanya digunakan sebagai alat oleh tersangka MM.

“Dia (RY) dimanfaatkanlah sama suaminya,” tambah Supardi.

Penyidik tidak akan berhenti menelusuri seluruh aset para tersangka yang diperoleh dari hasl korupsi. Penyitaan itu terus berlanjut meski kasus itu telah naik ke persidangan.

“Nanti kalau sudah naik ke persidangan, kita akan serahkan ke penuntut umum untuk uang pengganti,” lanjut Supardi.

Selain Alex Noerdin, tersangka lain dalam perkara ini adalah Muddai Madang (MM), Caca Isa Saleh S (CISS), dan A Yaniarsyah Hasan (AYH). 

Dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh PDPDE Sumsel terjadi pada 2008-2018. Alex Noerdin selaku mantan Gubernur Sumsel, saat menjabat 2008-2018 menyetujui pembentukan PDPDE Gas. Pembentukan PDPDE Gas karena PDPDE Sumsel tak mampu mengelola dan tak memiliki modal.

Padahal perusahaan milik pemerintah daerah tersebut memiliki kemampuan dan modal dalam pembelian dan pengelolaan gas bagian negara yang sudah disetujui Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00