Empat Kasus Narkoba Dibongkar Bareskrim Polri: 19 Tersangka

Barang bukti 62,9 kilogram (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkoba membongkar empat kasus narkoba dari Seaport Interdiction di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tahun 2021.

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, jalur Pelabuhan Bakauheni-Pelabuhan Merak merupakan jalur utama transportasi narkoba dari Sumatera.

"Ada 19 tersangka yang telah diamankan dengan satu orang meninggal dunia karena melakukan perlawanan terhadap petugas," kata Ahmad saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021).

Total barang bukti, yaitu puluhan kilogram narkoba dengan jenis sabu.

“Hasil pengungkapannya ada 19 tersangka dengan total barbuk 62.9 Kg narkoba jenis sabu,” kata Ahmad.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Ditsatwa Barhakam Polri, Polda Lampung, dan Polres Lampung Selatan. 

“Kami melibatkan anjing pelacak. Baik dalam mendeteksi kendaraan, maupun orang yang melintas yang kami duga membawa barang narkoba,” ucap Krisno dalam kesempatan yang sama.

Krisno juga menjelelaskan jeratan hukum bagai para tersangka.

"Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) uu ri nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun penjara dan denda minimal rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) dan maksimal rp 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah)," tegas Krisno.

Selain itu, kata dia, ada pula subsidair bagi mereka, tersangka.

"Pasal 112 ayat (2) uu ri nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda minimal rp 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) dan maksimal rp 8.000.000.000,- (delapan milyar rupiah)," kata dia. (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar