Diancam Pinjol Ilegal, Polri: Jangan Ragu Lapor

Polisi menggerebek salah satu kantor pinjol ilegal (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Polri meminta masyarakat untuk tidak ragu dalam melaporkan pinjaman online (pinjol) ilegal. Tidak hanya itu, ancaman yang datang kerap masyarakat juga menjadi perhatian bagi Polri, sehingga nantinya akan ditindak sesuai hukum.

“Masyarakat yang menemukan adanya pinjaman online illegal atau korban pinjol illegal termasuk yang mendapat ancaman dari penyedia jasa pinjaman online illegal agar tidak ragu untuk melaporkan ke kepolisian,  Polri akan segera menindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, saat dihubungi, Senin (18/10/2021).

Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri telah membentuk dua tim khusus dalam penanganan kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Nantinya, tim tersebut  untuk memburu seluruh desk collector dan penyelenggara pinjaman online (pinjol) ilegal di Indonesia.

"Untuk menangani pinjol ilegal ini, kami sudah bentuk dua tim khusus yang bekerja di bawah Pak Wadir Eksus Bareskrim Polri," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri Brigjen Polisi Helmy Santika di Mabes Polri, Jumat (15/10/2021).

Tim khusus tersebut kini tengah mengumpulkan informasi mengenai lokasi dan tindak pidana yang dilakukan oleh desk collector dan penyelenggara pinjol ilegal di Indonesia. Dua tim khusus itu juga akan menindaklanjuti ratusan laporan masyarakat mengenai pinjol ilegal yang masuk ke Kepolisian.

"Jadi semua laporan dari masyarakat akan kami tindaklanjuti," ujarnya.

Selama periode 2020-2021, polisi telah menerima 371 laporan dari masyarakat terkait kasus pinjol ilegal. Dari ratusan laporan masyarakat terkait pinjol ilegal tersebut, 91 di antaranya sudah ditindaklanjuti oleh kepolisian, sementara 280 kasus pinjol ilegal lainnya masih dalam proses.

"Dari 91 laporan terkait pinjol ilegal itu, 8 kasus di antaranya sudah dilimpahkan ke JPU Kejaksaan," ucap Helmy.

Pihak Dirtipideksus Bareskrim mengakui bahwa Kepolisian sedikit lambat dalam menangani kasus pinjol ilegal itu. Lantaran, erkara tersebut harus didalami dan diteliti secara keseluruhan, tidak hanya pada proses pinjam-meninjam uang saja.

"Jadi kami tidak hanya melihat kasus ini secara parsial saja, tetapi keseluruhan terutama tindak pidananya," jelasnya.

371 pinjol yang dilaporkan oleh masyarakat kepada Kepolisian adalah pinjol ilegal dan tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00