Penangkapan Pemilik 81 Kilogram Sabu di Riau

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi berikan keterangan pers pengungkapan 81 kg sabu.

KBRN, Pekanbaru: Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan penangkapan dua warga Aceh berinisial AS (52) dan HS (47).

Polisi mengatakan, dari kediaman mereka ditemukan Narkotika jenis sabu seberat 81 kilogram.

Penangkapan bermula terhadap AS, kemudian dilakukan penggeledahan dirumah kontrakan yang disewanya di Jalan Swadaya Gg. Potlot, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Riau. 

Dari penggeledahan tersebut tim menemukan sebuah dus kotak rokok Chief yang didalamnya berisikan 32 bungkus narkotika jenis sabu. 

"Selanjutnya dilakukan interogasi, pelaku AS mengakui bahwa narkotika tersebut milik AG orang aceh yang saat ini posisinya berada di Malaysia," ungkap Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam keterangan persnya di lokasi penangkapan, Minggu (17/10/2021). 

Selanjutnya tim melakukan pengembangan kembali terhadap seorang wanita yang diduga mengetahui sabu tersebut bernama HS asal Aceh.

Posisi HS dilacak oleh tim kemudian berhasil dideteksi keberadaannya sedang bersembunyi di sebuah Hotel di Jalan Jenderal Sudirman dan berhasil ditangkap saat berencana kabur menuju bandara. 

HS didapati membawa kunci rumah yang mencurigakan dan setelah diinterogasi, diakui bahwa stock sabu lainnya masih ada dan disimpan di Perumahan Griya Pasir Mas Jl. Pasir Mas 1 Blok A2 No. 15 Kel. Tobek Godang Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. 

"Di sana tim berhasil mengamankan 49 bungkus narkotika jenis saabu di dalam salah satu kamar. Sehingga, total sabu yang disita dari sindikat ini sebanyak 81 kilogram," lanjut Agung. 

Jaringan ini dikendalikan seorang WNI asal Aceh yg berada di Malaysia.

Sedangkan teknis pengiriman sabu dikendalikan oleh seorang napi di Tangerang untuk diedarkan me wilayah Riau, Jambi, Palembang, dan Jakarta.

Saat ini kedua pelaku berikut barang bukti diamankan di Direktorat Narkoba Polda Riau untuk proses penyidikan lebih lanjut. 

"Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun," tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00