Propam Polda Banten Tangani Polisi Banting Mahasiswa

Kericuhan unjuk rasa antara ratusan mahasiswa yang berdemo di halaman Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa (Dok. Tangkapan Layar)

KBRN, Jakarta: Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyampaikan, permintaan maaf terkait pelanggaran yang dilakukan anggotanya. dalam penanganan kericuhan unjuk rasa antara ratusan mahasiswa yang berdemo di halaman Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa.

Polda Banten mengaku akan bertanggung jawab dalam proses tersebut secara komprehensif.

“Kapolda Banten sudah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan anggotanya dan menyatakan akan bertanggung jawab terhadap masalah ini dan akan memproses pelanggaran anak buahnya,” kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, di Bareskrim Polri, Kamis (14/10/2021).

Pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan oleh anggotanya pada peristiwa tersebut akan ditangani oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Banten.

Hal itu dilakukan, karena tindakan membanting mahasiswa dalam kejadian itu dianggap sebagai pelanggaran prosedur dalam melaksanakan tugas.

“Atas perintah Kapolda, yang bersangkutan atas nama Brigadir NP kasus diambil alih oleh Propam Polda Banten,” ucapnya.

“Sekarang yang didalami adalah pelanggaran prosedur, melakukan tugas, tugas pengamanan tetapi tidak sesuai SOP karena tidak ada SOP seperti yang dilakukan yang bersangkutan,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini merupakan bentuk ketegasan Kapolda Banten dalam menyikapi perilaku anggota yang menjalankan tugas tidak sesuai SOP yang berlaku di lingkungan Polri. Untuk itu, masyarakat diminta untuk menaruh rasa percaya terhadap Polri dalam menangani kasus tersebut.

“Polri meminta masyarakat untuk percaya penanganan perkara ini. Tentu kami akan melakukan proses ini sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Polda Banten meyakinkan bahwa penanganan terhadap anggota yang tidak menjalankan tugas sesuai prosedur akan ditindak dengan tegas,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sebuah video memperlihatkan kericuhan antara ratusan mahasiswa yang berdemo di halaman Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa. Aksi demonstrasi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) itu berakhir ricuh.

Aparat kepolisian pun membubarkan demonstrasi yang berunjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang. Namun, aksi represif dilakukan seorang polisi dengan membanting seorang mahasiswa yang berunjuk rasa di hari ulang tahun ke-389 Kabupaten Tangerang.

Dalam video yang tersebar di berbagai akun media sosial baik di Instagram dan Twitter, terlihat anggota polisi tersebut awalnya memiting bagian leher mahasiswa. Kemudian oknum polisi itu membanting korban hingga terkapar di lantai beton.

Korban pun tak berdaya meringis kesakitan dan sempat terlihat kejang-kejang akibat aksi kekerasan anggota polisi tersebut. Beberapa anggota polisi lain membantu membangunkan mahasiswa itu sambil menanyakan kondisi yang dialami korban. Peristiwa ini akhirnya viral di media sosial dan banyak dikecam netizen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00